Aktifitas jual beli di Pasar Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Badan Pusat Statistik merilis dari kelompok pengeluaran, bagan makanan mengalami deflasi sebesar 0,07% dengan andil dalam inflasi September 2016 sebesar -0,01%. Aktual/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi deflasi sebesar 0,01 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada September 2021 yang disumbang dari pergerakan harga telur ayam hingga bawang merah dan bawang putih.

Perkiraan tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan keempat September 2021.

“Perkembangan harga pada September 2021 tetap terkendali dan diperkirakan deflasi 0,01 persen (mtm),” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/9).

Dengan perkembangan harga tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,83 persen (year to date/ytd) dan secara tahunan sebesar 1,63 persen (yoy).

Berdasarkan survei Bank Sentral, penyumbang utama deflasi September 2021 sampai dengan pekan keempat yaitu komoditas telur ayam ras sebesar -0,08 persen (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing -0,03 persen (mtm), cabai merah -0,02 persen (mtm), serta bawang putih -0,01 persen (mtm).

Namun, beberapa komoditas juga tercatat mengalami inflasi yakni daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm), sawi hijau dan rokok kretek filter masing-masing 0,01 persen (mtm).

Erwin mengatakan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mengawasi secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” ujarnya.

(A. Hilmi)