Ekonon Senior, Rizal Ramli saat diskusi dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan” di gelar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin ( 25/2/2019). Rizal mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan di era Jokowi – JK menunjukan paling rendah dari era kepemimpinan semua presiden sebelumnya sejak reformasi. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Mantan Menko Bidang Kemaritiman RI, Rizal Ramli mengatakan bahwa biaya partai politik sangat fantastis untuk menyodorkan calon presiden di Indonesia yang memerlukan anggaran cukup besar dengan jumlah sekitar triliunan rupiah.

“Mohon maaf, koalisi di kita inikan dibangun dengan dagang sapi, menteri sama dagang uang. Dan uangnya besar, bukan kecil,” seperti dikutip saat Rizal Ramli menjadi narasumber di acara diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, mengangkat topik “REBUTAN KURSI, REBUTAN REZEKI?”, ditulis Kamis (11/7).

Menurutnya dari sistem politik seperti itu, menjadikan pintu masuk dari oligarki ekonomi untuk mengatur politik.

“Karena, mohon maaf, kalau mau jadi presiden, satu partai politik, setengah triliun. Perlu empat mau jadi presiden, maka perlu dua triliun,” paparnya.

“Dua triliun itu siapa yang bisa bayar di Indonesia. Dari situlah pintu masuk, yang punya uang terbatas oligarki bisa ngatur politik Indonesia,” tambahnya.

(Abdul Hamid)