Pembeli memilih beberapa jenis kurma yang dijajakan pedagang di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2015). Menjelang Ramadhan penjualan kurma mulai ramai tidak seperti hari. Pedagang mengaku biasanya hanya mendapatkan untung sekitar Rp 1 juta perhari, menjelang ramadhan penjualan naik dua sampe tiga kali lipat. AKTUAL/MUNZIR

Jakarta, aktual.com – Rasa manis bagi penderita penyakit diabetes mellitus (kencing manis) agaknya terus menjadi momok yang menakutkan sehingga persepsi agar menghindari atau bahkan anti untuk mengonsumsinya tidak bisa dihindari.

Salah satunya, adalah buah kurma (Phoenix dactylifera), yang biasanya muncul di saat musim haji dan umrah — sebagai oleh-oleh bagi mereka usai menjalani ibadah itu — dan juga pada saat bulan Ramadhan tiba.

Sama seperti halnya madu yang dihasilkan oleh lebah (Apis sp) yang terkandung di dalamnya rasa manis, ikhwal buah kurma ini, apakah aman dikonsumsi bagi “diabetasi” — sebutan umum bagi penderita diabetes — juga menjadi perdebatan.

Hanya saja, dalam kajian agama Islam, baik madu maupun kurma, sudah ditegaskan, baik di dalam Kita Suci Al Quran dan juga hadits-hadits Nabi Muhammad SAW bahwa keduanya digaransi memiliki manfaat bagi kesehatan.

Dalam laman Jama’ah Salahuddin Universitas Gadjah Mada (UGM) berjudul “Kurma dalam Perspektif Qur’an, Hadits, dan Sains” disebutkan bahwa Allah SWT menyebutkan mengenai kurma itu dalam Q.S Ar-Ra’d ayat 4.

Ayat 4 dalam surah Ar-Ra’ad itu berbunyi: “Dan di Bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir”.

Keistimewaan lainnya, karena Allah SWT menyebutnya sebanyak 20 kali di 16 surah yang berbeda dalam Al Quran, dan Rasulullah Muhammad SAW menjadikan kurma sehari-hari sebagai makanan wajib keluarga.

Buah ini dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia, dari ujung akar sampai daun memiliki manfaat, dapat bertahan dalam suhu tinggi hingga 50 derajat Celcius dan dalam kadar garam yang ekstrem, memiliki jangka waktu kedaluwarsa hingga 1,5 tahun — untuk kurma yang berkualitas dan disimpan dengan teknik yang baik — dan unik karena dari dua jenis tanaman kurma, yaitu jantan dan betina, hanya tanaman kurma betina saja yang dapat menghasilkan buah (6-7 bulan).

Sebagai mukjizat, tentu Allah SWT yang menyebutkan kurma hingga 20 kali dalam Al Quran menjadi garansi dan pemastian mengenai manfaat dari buah itu.

(Zaenal Arifin)