Menghambat “alfa-glukosidase”

Dikemukakannya bahwa penelitian itu bertujuan mengukur aktivitas ekstrak etanol 70 persen biji kurma dengan mekanisme kinetika inhibisi terhadap α-glukosidase.

“Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma mampu menginhibisi enzim alfa-glukosidase dengan persentase inhibisi sebesar 61 persen pada konsentrasi 1.000 ppm,” katanya.

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma menginhibisi “alfa-glukosidase” secara campuran.

Selain itu, penelitian itu juga menunjukkan hasil bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma menghambat “alfa-glukosidase” secara kompetitif dan nonkompetitif dengan substratnya.

“Dari hasil riset ini harapannya dihasilkan inovasi produk antidiabetes yang efektif dan aman dari ekstrak etanol 70 persen biji kurma,” katanya.

Penelitian tersebut juga diharapkan menghasilkan artikel ilmiah mengenai aktivitas biji kurma dalam menghambat “alfa-glukosidase” dengan mekanisme kinetika inhibisi enzim.

“Penelitian mengenai manfaat biji kurma ini juga diharapkan menghasilkan paten sebagai obat antidiabetes,” katanya.

Bagi tim, penelitian itu banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa dan perguruan tinggi serta memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan potensi biji kurma sebagai obat antidiabetes.

Ia menambahkan bahwa menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memroduksi cukup insulin (hormon yang meregulasi gula darah atau glukosa) atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani kejadian diabetes mellitus, salah satunya dengan menghambat kerja “alfa-glukosidase” yang merupakan enzim kunci dalam pencernaan karbohidrat dan proses inhibisi “alfa-glukosidase” dianggap efektif untuk menunda pemecahan karbohidrat dalam usus halus serta mampu menurunkan kadar abnormal glukosa darah pada penderita diabetes.

Penghambatan kerja “alfa-glukosidase”, kata dia, biasanya dilakukan melalui konsumsi obat komersial yang beredar di masyarakat.

Ia menjelaskan obat komersial yang biasa digunakan untuk menginhibisi “alfa-glukosidase”, di antaranya “acarbose”, “voglibose”, dan “miglitol”.

Namun konsumsi obat komersial tersebut memberikan efek samping seperti mual, muntah, kejang perut serta hepatotoksisitas.

Karena itu, penelitian tersebut, menurut Lisa Giovanny, bermanfaat agar mahasiswa tertarik melakukan penelitian tentang pemanfaatan bahan aktif dari bahan alam seperti biji kurma yang berkhasiat sebagai antidiabetes.

Kini, dengan perkembangan penelitian yang ada, maka para diabetasi dapat semakin yakin bahwa harapan bagi kesembuhan mereka mendapatkan penguatan dari studi-studi ilmiah.

Ant.

(Zaenal Arifin)