Jakarta, Aktual.com – Pertumbuhan ekonomi yang berkutat di 5 persenan karena investasi sektor industri kurang optimal. Hal ini diakui oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menurut Deputi Kepala BKPM, Tamba Hutapea, setelah mengalami perlambatan dalam dua triwulan terakhir, ekonomi Indonesia mendapatkan kembali momentum pertumbuhan pada triwulan I/2017 setelah tumbuh 5,01 persen.

“Pertumbuhan pada kuartal I/2017 adalah yang tertinggi dibandingkan dengan kuartal I/2015 dan 2016. Hal ini semakin menguatkan optimisme akan perbaikan ekonomi ke depannya,” ujar Tamba di Jakarta, Kamis (2/11).

Tamba menegaskan, jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, maka sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Hal tersebut memang lebih baik jika dilihat pada periode tiga bulan sebelumnya, saat sektor pertanian tumbuh jauh di bawah sektor ekonomi lainnya.

Namun sayangnya, kata dia, sektor industri masih mencatatkan perlambatan, meskipun sudah terjadi perbaikan dibandingkan kuartal IV/2016. Pertumbuhan sektor industri ini masih rendah dibandingkan dengan tahun 2015 maupun kuartal I dan III 2016.

“Karena ternyata pertumbuhan ekonomi tidak mampu memberikan akselerasi, jika pertumbuhan sektor industri kurang optimal,” kata dia.

Pada 2016, sektor industri pengolahan seperti migas dan nonmigas hanya tumbuh 4,29 persen, melambat dibandingkan dengan periode yang sama 2015.

Selain ekspor, investasi PMTDB juga mengalami peningkatan sebesar 4,81 persen. Lebih baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya 4,80 persen.

Apalagi ada beberapa sejumlah komoditas yang mengalami peningkatan dari sisi nilai ekspor dibandingkan tahun 2015 antara lain perhiasan, kendaraan dan bagiannya, mesin-mesin, biji kerak dan abu logam, serta besi baja. Mestinya hal itu bisa mendorong perekonomian.

 

Busthomi

()