Sejumlah siswa SDN Bakung 4 mengevakuasi perangkat belajar mengajar dari bangunan kelas yang rusak akibat terjangan angin puting beliung di Desa Bakung Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (12/12). Sebanyak empat ruang kelas di SD tersebut serta delapan bangunan rumah penduduk lainnya ambruk dan rusak berat akibat terjangan angin kencang yang disertai hujan pada Jumat (11/12) malam. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc/15.

Kupang, Aktual.com – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun EL Tari Bambang Santiajid mengatakan, hujan deras disertai angin puting beliung masih berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Masih berpotensi terjadi, tapi peluang terjadi puting beliung di tempat yang sama atau berdekatan dengan lokasi terjadinya puting beliung pada Kamis (28/2) di Kota Kupang sangat kecil,” kata Bambang Santiajid, Jumat (1/3).

Angin puting beliung pada Kamis (28/2) merusak 120 rumah warga di dua kelurahan, yakni Kelurahan Liliba dan Penfui, Kota Kupang.

Rumah-rumah penduduk yang rusak tersebut umumnya mengalami kerusakan pada bagian atap, karena terbawa angin serta plafon rumah karena terkena hujan.

Menurut dia, dalam beberapa hari ke depan masih ada potensi terjadinya angin kencang.

“Tidak bisa diprediksi apakah angin puting beliung atau angin kencang, yang pasti ada potensi angin kencang, sehingga warga sebaiknya tetap waspada,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: