Kepala BP2MI, Benny Rhamdani lakukan pertemuan dengan Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono pada Jumat, (22/10). ( Sumber: Insta BP2MI)

Jakarta, Aktual.com – Serius upayakan percepatan penempatan Korea Selatan dan Taiwan, BP2MI lakukan pertemuan dengan Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono pada Jumat, (22/10).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mensinergikan upaya-upaya dalam percepatan penempatan Korea Selatan dan Taiwan.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani berharap pemerintah dapat menanggapi dengan cepat penempatan Korea Selatan dan Taiwan. lebih lanjut Kepala BP2MI berharap negara dapat membantu untuk memenuhi persyaratan yang diinginkan negara penempatan seperti vaksinasi dan biaya karantina pasca kedatangan di Korea dibebankan kepada CPMI dengan total kurang lebih 22 juta per orang. Demikian juga dengan biaya pengobatan apabila terdapat CPMI yang dinyatakan positif COVID-19.

“Saya menginginkan semuanya ditanggung oleh negara, jika kapasitas anggaran negara memungkinkan. Karena mereka sudah 2 tahun menunggu dan berhutang ke rentenir, kemudian mereka harus dibebani biaya lagi. Semoga ada jalan keluar,” ujar Benny.

BP2MI terus upayakan percepatan penempatan bagi CPMI yang keberangkatannya tertunda akibat pandemi Covid-19, Korea Selatan dan Taiwan menjadi salah dua yang diprioritaskan.

Sejak pemerintah Korea Selatan dan Taiwan menutup pintu bagi pekerja asing, BP2MI telah lakukan negosiasi sebanyak 7 kali dengan Duta Besar Korea Selatan dan Taipei Economic and Trade Office (TETO) Taiwan guna percepat penempatan.

(Dede Eka Nurdiansyah)