Jakarta, Aktual.com —  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2015 surplus USD1,33 miliar. Hal ini disebabkan nilai ekspor mencapai USD11,41 miliar lebih besar dari nilai impor mencapai USD10,08 miliar.

Secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Juli 2015 juga surplus USD5,73 miliar. Ini disebabkan nilai ekspor pada periode tersebut mencapai USD89,78 miliar, lebih besar dibandingkan nilai impor USD84,03 miliar.

“Neraca perdagangan bulan ini memecahkan rekor dengan surplus terbesar selama 19 bulan terakhir,” ujar Direktur Statistik Produksi, Adi Lumaksono di kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (18/8).

Meski demikian, neraca perdangan migas pada Juli 2015 defisit USD872,5 juta; dengan minyak mentah defisit USD278 juta, hasil minyak defisit USD1,31 miliar, dan gas surplus USD716 juta. Sedangkan nonmigas surplus USD2,20 miliar.

“Semoga nanti ini lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

(Eka)