Jakarta, Aktual.co — Semakin bertambahnya umur, maka semakin berkurang masa prokduktivitas orangtua kita dalam hal mencari uang, dan akhirnya akan berujung pada masa pensiun. Sebagai seorang anak, memiliki tanggung jawab moral untuk membantu orangtua yang pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini pastinya akan menambah beban keuangan Anda sebagai anak. 
Seorang pakar keuangan, Mike Rini Sutikno mengungkapkan, kalau Anda boleh saja memiliki keinginan membantu keuangan orangtua. Namun kala merealisasikannya, Anda tetap harus memperhatikan kemampuan keuangan. Jangan sampai, jumlah uang yang diberikan justru melampaui pendapatan Anda setiap bulan. 
“Segala pengeluaran tentu harus diperhitungkan, tak terkecuali mengenai bantuan penghidupan orangtua,” sambungnya.
Pertama-tama akumulasikan terlebih dahulu seluruh kebutuhan orangtua. Seperti biaya makan, pakaian, kesehatan, tagihan listrik, air, dan kebutuhan rumah tangga lain. Kemudian sesuaikan jumlah itu dengan kondisi keuangan Anda, dan perhatikan pos anggaran yang selama ini telah Anda susun. Seperti tabungan, konsumsi, investasi, perlindungan aset, biaya pendidikan, dan utang.
“Beruntung kalau masih punya saudara, Anda bisa mengajaknya urunan. Beban pengeluaran akan jauh lebih ringan,” jelasnya. 
Bagi Anda yang telah memiliki pasangan, ada baiknya untuk membicarakan hal tersebut. Jika Anda berdua memiliki penghasilan, maka pemberian dana bisa dari uang amsing-masing. Maksudnya, uang untuk orangtua istri dari penghasilan istri. Dan uang untuk orangtua suami dari penghasilan suami. 
Ini bisa diterapkan dengan satu catatan, yaitu kedua pasangan tetap bisa saling menyokong dalam memberikan bantuan.
“Kalau yang bekerja hanya suami, pemberian nafkah orangtua bisa diambil dari pos belanja bulanan rumah tangga,” terang dia. 
Dengan mencukupi kebutuhan orangtua semasa mereka pensiun itu adalah salah satu bentuk kasih sayang anak terhadap orangtua.