Namun publik masih meraba-raba alasan sesunggunya dibalik pemecatan itu. Tidak sedikit yang menduga faktor lain menjadi penyebab dipecatnya Massa Manik yakni; kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

Baca Juga: http://www.aktual.com/tumpahan-minyak-teluk-balikpapan-akibat-kelalaian-pertamina-majalah-edisi-17-april-2018/

Tetapi terkait kelangkaan Premium, sesungguhnya tidak terlepas dari beban yang ditanggung oleh Pertamina akibat penugasan pemerintah dan pencabutan subsidi. Sehingga di beberapa kesempatan, Direktur Pertamina menyampaikan kehilangan potensi pendapatan dan kondisi beban keuangan Pertamina di ruang publik. Kelangkaan Premium dan keluhan Direksi Pertamina ini diperkirakan membuat Kementerian BUMN dan Dewan Komisaris Pertamina mencopot Massa Manik dan sejumlah direksi lainnya.

“Direksi Pertamina tidak bisa bekerja secara corporate entitas saja, dia harus melaksanakan penugasan dari pemerintah. Oleh karenanya Direksi Pertamina harus membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan berbagai sektor yakni Menteri Keuangan, ESDM dan terutama Menteri BUMN. Karena Menteri BUMN bertanggungjawab terhadap stabilitas operasinya. Nah ini inti daripada masalah hingga butuh penyegaran,” kata Komisasir Utama Pertamina, Tantri Abeng.

Menteri Rini Tidak Profesional

Halaman Selanjutnya…

(Dadangsah Dapunta)