Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono - Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ilustrasi/aktual.com)
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono - Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, kembali menyambangi Bareskrim Polri mewakili Susilo Bambang Yudhoyono untuk melengkapi bukti laporan terhadap mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, Rabu (15/2).

Antasari dilaporkan atas fitnah yang menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat itu terlibat dalam pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain pada Maret 2009 lalu.

“Sudah berbagai barang bukti, statemen dia (Antasari) yang sudah menjadi viral di berbagai media massa,” ujar Didi di gedung Bareskrim sementara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).

Didi mengungkapkan, pihaknya juga telah membawa bukti lain atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik tersebut. Yakni berupa rekaman pernyataan Antasari Azhar yang menyebut bahwa Presiden keenam RI itu adalah dalang dari kriminalisasi kasusnya.

“Kami juga mempersiapkan rekaman-rekaman pernyataan-pernyataan saudara Antasari Azhar,” katanya.

Didi juga berharap, polisi dapat segera menindak lanjuti laporannya dengan beberapa bukti yang disertakan tersebut.

“Selanjutnya kami menunggu proses lebih jauh dan kami berharap pihak kepolisian segera menindkaljuti dan memproses saudara Antasari Azhar,” jelasnya.

Laporan: Nailin In Saroh

(Nebby)