Jakarta, Aktual.com – Tim Sukses Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Didi Irawadi Syamsudin, menepis anggapan bahwa cuitan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal hoax dan fitnah di Twitter sebagai upaya memutarbalikan fakta atas pemeriksaan Cawagub Sylvi di Bareskrim Polri.

Cawagub nomor urut 1 Sylviana Murni diketahui memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, Jumat (20/1), untuk diminta keterangannya soal pengelolaan dana bansos di DKI Jakarta.

“Enggak, enggak ada. Kalau lihat ini. ini sudah lama, tapi makin menjadi-jadi (hoaxnya),” ujarnya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1).

Didi yang juga Wakil Sekjen Partai Demokrat itu menilai cuitan SBY merupakan puncak kegelisahan ayah Agus Harimurti itu atas maraknya berita bohong dan ujaran kebencian saat ini.

“Sebelumnya sudah terjadi hal seperti ini. ujaran kebencian, kebohongan, Pak SBY yang negarawan, mengingatkan hal ini, salah enggak? Enggak salah,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai Presiden RI ke-6, SBY berhak mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa, sehingga cuitan tersebut bukanlah bentuk politisasi dari SBY.

“Saya pikir negara yang punya kekuasaan, menangani hal ini. Pak SBY mengingatkan itu, untuk menjaga keutuhan bangsa. Jangan dipolitisasi, niat baik maksud baik menjaga persatuan, jangan dipelintir. Kita tidak ingin bangsa ini pecah,” pungkasnya.

Cuitan SBY diketahui diunggah Jumat 20 Januari 2017 melalui akun twitternya @SBYudhoyono. SBY menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi negeri yang semakin banyak fitnah dan hoax.

“Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar ‘hoax’ berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?,” tulis SBY.

(Nailin Insa)

()