BPJS Ketenagakerjaan (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, Aktual.com – Center For Budget Analysis (CBA) menemukan uang Deposito BPJS Ketenagakerjaan yang tersebar di berbagai Bank di Indonesia sebesar Rp858.5 miliar.

Uang sebesar itu dinilai sangat janggal karena tidak tercatat dalam laporan keuangan per 31 Desember 2014.

“Karena, yang namanya uang buruh yang mereka kelola itu harus tercatat dalam pelaporan keuangan sebagai pertanggungjawaban, bukan tidak tercatat, atau disembunyikan dalam bentuk Deposito. Hal ini bisa merugikan para buruh atau pekerja,” ujar Direktur Center For Budget Analysis(CBA) Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Senin (24/10).

Uchok sangat menyayangkan perlakuan BPJS Ketenagakerjaan atas pengelolaan keuangan yang dianggap menyimpang ini.

Jika dibiarkan, kata Uchok, maka akan menciptakan uang gelap atau menjadi tabungan pribadi pengelola.

“Jangan-jangan hanya untuk mengambil bunga deposito untuk kepentingan kelompok dan pribadi,” cetus Uchok.

Oleh sebab itu, Ucok minta aparat hukum seperti kejaksaan agung atau KPK mengusut penyimpangan tersebut.

“Setidakanya mencari tahu kejelasan sejumlah deposito sebesar Rp858.5 miliar, dan mencari tahu siapa pelaku yang bertanggungjawab atas usaha ‘mencuri’ duit jaminan sosial buruh ini.”

*Musdianto

Artikel ini ditulis oleh: