Solo, Aktual.com — Sejumlah warga di Kampung Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo, mengetahui bahwa seorang terduga teroris saat ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri pada Rabu (12/8) siang, sedang berjualan elpiji tiga kilogram.

Menurut warga setempat, ada warga yang melihat polisi menangkap seorang terduga teroris di pertigaan jalan dekat Lapangan Losari sekitar pukul 14.00 WIB, saat orang itu sedang berjualan elpiji.

“Orang itu, diketahui bernama Yus Karman. Warga tidak menduga yang ditangkap itu terduga terorisme. Polisi berpakaian preman mengamankan dia langsung dimasukan mobil dan membawanya pergi,” kata warga setempat yang tak mau disebut namanya.

Ketua RT05/RW03 Semanggi, Kota Solo Agus Sumaryawan membenarkan bahwa yang bersangkutan setiap hari berjualan elpiji tiga kilogram.

“Namun, saya tidak mengatahui aktivitas dia di Mushalla At Taubah dan kandang kambing di RT05/RW03 yang digeledah oleh polisi itu,” katanya.

Puluhan anggota polisi dengan senjata lengkap juga menggeledah rumah Udin, di RT04/RW03. Polisi juga menemukan beberapa benda untuk dibawa sebagai barang bukti.

Ketua RT04/RW03 Losari, Semanggi Sriyono mengaku diminta oleh polisi untuk menyaksikan barang yang akan diamankan dari rumah Udin, sebagai barang bukti penanganan kasus tersebut.

Ia mengatakan polisi mencari anak pemilik rumah tersebut, yakni Udin, usainya sekitar 19 tahun.

Dari hasil penggeledahan di rumah Udin, ditemukan sejumlah benda seperti arang dan bungkusan yang tidak diketahui isinya.

“Udin ini, diketahui bekerja di ‘counter’ pulsa di Ngepung Sangkrah, Solo,” katanya.

Selain menangkap Udin dan Yus Karman, polisi juga menangkap seorang warga Kampung Mojo RT06/RW05, Kelurahan Semanggi bernama Sugiyanto alias Giyanto.

Dia diketahui bekerja di satu bengkel dan ditangkap di kawasan SD Negeri Mojo, tidak jauh dari rumahnya.

(Ant)

()