Kampung karet merupakan salah satu destinasi wisata di karanganyar.

Jawa Tengah, Aktual.com – Digitalisasi ikut memiliki peran mendorong investasi dan eksposur ataupun promosi pariwisata serta branding produk lokal di daerah, Hal ini di sampaikan oleh Bupati Karanganyar, Jawa Tengah Juliyatmono dalam diskusi daring bersama MarkPlus, Jumat (21/1).

“Digitalisasi sangat penting untuk pariwisata, branding produk lokal, hingga investasi. Ini membutuhkan kerja sama dengan banyak pihak termasuk tenaga-tenaga di bidang teknologi,” kata Juliyatmono.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihaknya tengah merapikan pendataan pasar digital untuk produk lokal Karanganyar yang bahkan telah merambah pasar ekspor. Ia berharap, langkah itu dapat meraih pasar yang lebih luas lagi.

Dalam bidang pariwisata, Juliyatmono mengaku investasi di bidang ini cukup tinggi pertumbuhannya.

“Misalnya glamping, lalu tempat-tempat yang bersentuhan dengan agrowisata, kuliner di tengah sawah, itu banyak sekali (peminat dan investasinya),” jelas dia.

“Selain itu, homestay juga berkembang pesat. Masyarakat mendapatkan hasil, dan setiap rumah disewakan kepada pengunjung dari mana pun. Ini efisien, selain mendapatkan untung untuk masyarakat, pelancong juga bisa merasakan pengalaman wisata lokal,” imbuhnya.

Juliyatmono menambahkan, digitalisasi juga menjadi kunci dalam mewujudkan program Karanganyar Life Centre Nusantara di tahun 2030. “Ini terus kita gelorakan, kita rangkai dan kita realisasikan pelan-pelan menuju 2030. Masterplan dan blueprint-nya sudah ada, termasuk kolaborasi dan kerja sama,” paparnya.

“Ini akan terus kita jalankan termasuk membangun kultur masyrakat untuk siap menerima kehadiran siapa pun tanpa menghilangkan identitas kita di Karanganyar yang ramah dan sopan kepada siapa pun, sehingga (pelancong) senang dan terus datang ke Karanganyar, serta terus eksplor Karanganyar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Bangkalan, Jawa Timur R.Abdul Latif Amin Imron mengatakan, “Kami terbuka dengan investasi yang sangat dekat dengan masyarakat seperti pertanian dan perkebunan, serta cara peningkatan sektor ekonomi berbasis kemasyarakatan.”

(Arie Saputra)