Jakarta, Aktual.com – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Guntur Romli mengapresiasi kerja polisi yang menangkap pendiri Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi lantaran melakukan transaksi dengan menggunakan dinar dan dirham.

“Ini aksi nyata separatisme. Tdk hanya transaksi di luar rupiah, tapi si Zaim Zaidi menyebut dirinya Amir. Separatisme melalaui ekonomi,” kata Guntur Romli di akun Twitternya @GunRomli, Kamis (4/2).

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan uang Dinar-Dirham dengan  ukiran ‘Amir Zaim Saidi’. Menurut Guntur, hal itu dapat diartikan Zaim Saidi sebagai pemimpin negara di dalam negara.

“Mata uang dikeluarkan oleh suatu negara, Amir artinya pemimpin sekelas pemimpin negara kalau dikaitkan punya mata uang. Amirat Nusantara: Pemerintahan Nusantara? Ini separatisme nyata!” tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan Republika, Bareskrim Polri telah menangkap pendiri Pasar Muamalah Depok, Jawa Barat, Zaim Saidi, pada Selasa (2/2) malam WIB. Penangkapan tersebut terkait kasus perdagangan dengan menggunakan alat tukar selain rupiah. Padahal Pasar Muamalah yang digagas Zaim menggunakan dinar dan dirham dalam transaksi jual belinya sudah beroperasi sejak tujuh tahun lalu.

“Pengungkapan kasus ini berasal dari informasi yang diperoleh tim penyidik hari Kamis tanggal 28 Januari 2021. Terkait dengan adanya video viral tentang penggunaan alat tukar selain rupiah yaitu dinar dan dirham sebagai alat transaksi jual beli di Jalan Tanah Baru, Depok,” ungkap Kabag Penum Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/2).

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus atau Dirtipideksus Polri lalu melakukan penangkapan terhadap pelaku Zaim Saidi di kediamannya. Polisi menyebut Zaim berperan sebagai inisiator dan penyedia lapak Pasar Muamalah, sekaligus sebagai pengelolah dan sebagai ‘Wakalainduk’.

“Yaitu tempat menukarkan rupiah menjadi alat tukar dinar atau dan dirham yang digunakan sebagai alat tukar jual beli dan perdagangan di pasar tersebut,” ungkap Ramadhan. (RRI)

(Warto'i)