Maulana Syarif Sidi Syaikh Dr. Yusri Rusydi Sayid Jabr Al Hasani saat menggelar Ta’lim, Dzikir dan Ihya Nisfu Sya’ban (menghidupkan Nisfu Say’ban) di Ma’had ar Raudhatu Ihsan wa Zawiyah Qadiriyah Syadziliyah Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation Jl. Tebet Barat VIII No. 50 Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Doa merupakan bagian bentuk pengakuan hamba pada Tuhannya atas lemahnya seorang hamba untuk menjalani kehidupannya, dan doa merupakan perintah Allah swt, tetapi terkadang manusia tidak paham bentuk doa seperti apa yang sebaiknya di mohonkan.

“Sebaik-baiknya yang kau minta kepada-Nya adalah yang Dia tuntun darimu”. Sebagaimana perkataan imam ibnu Athaillah dalam kitabnya, al-Hikam. Jadi sebaik-baiknya doa menurut imam ibnu Athaillah adalah sesuatu yang Allah tuntut pada hamba-Nya.

Syaikh Dr. Yusri Rusydi pernah bertanya kepada santri-santri Zawiyah Arrudhah Tebet Jakarta Selatan, pada bulan april kemarin, apa yang Allah tuntut terhadap kita?  Allah berfirman “wahai hambaku sembahlah aku”, “wahai hambaku bertakwalah kepadaku”, “ maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya,” jawaban Syaikh Dr. Yusri Rusydi

Jadi Allah tuntut engkau untuk istiqamah, ibadah, takwa dan lain sebagainya. Maka mohonlah kepada Allah: Ya Allah tolonglah aku agar dapat istiqamah,  Ya Allah tolonglah aku agar dapat bertakwa,  Ya Allah tolonglah aku agar dapat beribadah.

Wahai Tuhanku, bantulah aku untuk mengingatiMu, mensyukuriMu dan beribadat kepadaMu dengan baik.” Doa yang ini diajarkan oleh nabi Muhammad saw kepada sahabat muad dan nabi berpesan kepada muad untuk tidak meninggalkan doa tersebut sehabis shalat. Kata Syaikh Dr. Yusri Rusydi doa yang ini termasuk sebaik-baiknya doa, karena Allah tuntut hamba-Nya untuk berdzikir, bersyukur dan beribadah.

Syaikh Dr. Yusri Rusydi berpesan kepada para santri untuk tidak melelahkan diri dengan susuatu yang Allah swt sudah jamin kepada hamba-hambanya, tapi harus melelahkan diri dengan sesuatu yang dituntut oleh-Nya.

Dan ia juga berpesan, jika meminta kepada Allah jangan dari hawa nafsu, karena doa adalah bentuk penghambaan kepada Allah swt. [Eko]

 

(Zaenal Arifin)