Jakarta, Aktual.com — Mitos merupakan hal yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, namun hal itu kerap kali berhasil memberikan kepercayaan hingga timbul rasa kekhawatiran terhadap mereka.

Adanya mitos serta persepsi yang keliru mengenai kesehatan lutut, juga perlu diperhatikan. Salah satu contohnya yaitu, kekhawatiran bahwa penanganan cedera lutut dengan operasi dapat menyebabkan penderita tidak dapat melakukan aktivitas fisik atau olahraga seperti sedia kala.

“Dengan penanganan yang tepat, cedera lutut dapat diatasi dan pasien dapat kembali melakukan aktivits fisik dan olahraga seperti sediakala,” jelas dokter spesialis bedah ortopedi sekaligus konsultan sport medicine JKOSC, dr.L Andre Pontoh, SpOT (K), dari Rumah Sakit Pondok Indah saat menjadi pembicara dalam konferensi pers bertajuk ‘Fakta dibalik mitos kesehatan tulang belakang dan lutut’, di RSPI Jakarta, Kamis (25/02).

Andre menambahkan, bahwa persepsi yang salah lainnya juga sering dipercaya oleh masyarakat. Seperti, lari merupakan olahraga yang sesuai untuk orang yang memiliki obesitas.

“Kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa olahraga untuk menurunkan berat badan bagi penderita obesitas adalah lari. Faktanya adalah lari tidak dianjurkan bagi penderita obesitas karena akan beresiko terhadap lutut. Dan penanganan yang tepat kepada penderita obesitas adalah pola makan dan olahraga yang meringankan lutut seperti renang,” jelas dokter Andre.

Tak hanya itu, Andre juga mengungkapkan bahwa banyak yang beranggapan bahwa dengan melakukan naik turun tangga dianggap baik untuk kesehatan. Sementara faktanya adalah, naik turun tangga memang baik untuk kesehatan jantung, namun beresiko untuk kesehatan lutut.

()