Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memberikan orasi ilmiah di Jakarta, Senin (25/7/2016). Mahathir Mohamad menyampaikan orasi ilmiah dengan tema Membangun Kemandirian Ekonomi dan Pemerintahan Bersih dalam rangka Dies Natalis ke-17 Universitas Bung Karno (UBK).

Jakarta, Aktual.com – Senator asal Sulawesi Barat Muhammad Asri Anas mengkritik pernyataan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, yang meminta Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak untuk kembali ke Bugis Sulawesi. Pernyataan itu dilontarkan Mahathir ketika orasi politik dihadapan pendukungnya di Alor Setar Malaysia dihadapan “Himpunan Sayangi Malaysia”, Sabtu (14/10).

Perdana Menteri Malaysia sekarang ini memang merupakan turunan Bugis. Menurut Anas, apa yang disampaikan Mahathir menganggap Orang Bugis seperti Lanun/perompak atau pencuri adalah hal yang salah, fatal dan tidak pantas.

“Pak Mahatir sungguh telah menurunkan harga diri orang Bugis, apa yang diucapkan sangat tidak pantas keluar dari mulut mantan perdana menteri yang telah menjabat lebih 20 tahun sebagai perdana menteri,” ujar Anas.

Menurutnya lagi, Mahathir tokoh yang memiliki kedekatan dengan Indonesia telah merusak dirinya, menjadi orang picik dan kerdil dalam berpikir serta berucap.

Sebagai senator yang juga mewakili masyarakat Bugis Sulawesi, Anas meminta Mahatir meminta maaf di media media Malaysia dan media-media Indonesia. Ia menilai ini bukan hanya persoalan Mahathir dan Bugis tapi bisa berdampak pada hubungan etnis suku-suku serumpun sebab Mahathir adalah mantan perdana menteri.

“Jika Mahathir tidak mau meminta maaf sama saja Mahathir dan turunannya menggali kuburannya sendiri, sebab ini sudah menjadi harga diri orang Bugis dimanapun diseluruh dunia. Mahathir harus berjiwa besar jika mengakui salah, sangat disayangkan tokoh sekelas Mahathir kerdil dan tidak bisa menjaga mulut,” katanya.

Laporan: Nailin In Saroh

(Nebby)