Jakarta, Aktual.com – Kalangan politisi turut mendukung pihak kepolisian untuk menuntut tuntas kasus pembobolan ATM dengan teknik skimming. Kasus yang sempat heboh karena menyeret seorang kerabat calon presiden (capres) Prabowo Subianto itu diharapkan tidak terulang.

Politisi Partai Golkar, John Kenedy Azis, mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap kinerja kepolisian atas keberhasilan membongkar kasus tersebut.

“Alhamdulillah, saya memberikan apresiasi kepada Polri. Dan saya minta pihak kepolisian tidak pandang bulu dalam melakukan penegakan hukum terhadap siapapun yang diduga secara hukum telah melakukan tindak pidana tersebut,” ujar anggota Komisi III DPR itu ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (20/3).

Seperti diketahui, Polisi menangkap Ramyadjie Priambodo pada 26 Februari 2019. Ramai disebutkan bahwa pembobol ATM hingga ratusan juta rupiah itu merupakan keluarga salah satu Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto.

Selain itu Ramyadjie juga diketahui sebagai Bendahara Tunas Indonesia Raya (Tidar) yang merupakan organisasi sayap Gerindra.

Selain Ramyajdie, polisi juga mengungkap skimming yang dilakukan WNA asal Bulgaria, Vassil Kirilov alias Bakarskyida di Bali pada Minggu (17/3).

Bisa dibayangkan, kata John Kenedy, kejahatan tersebut bukan hanya merugikan perbankan dan institusi terkait. Lebih dari itu berpotensi mengakibatkan kecemasan di tengah masyarakat.

“Anda bisa bayangkan bagaimana kecewanya si pemilik ATM yang tiba-tiba melihat uang di rekeningnya telah raib atau habis terkuras,” terusnya.

Maka, agar kasus tersebut tak kembali terulang, dia menghimbau kasus tersebut diusut tuntas. Selain itu pihak bank diminta untuk meningkatkan keamanan terhadap teknologinya agar bertransaksi lebih aman.

“Jangan sampai ada kartu ATM yang dapat digandakan. Bagaimanapun keamanan uang nasabah di suatu Bank adalah menjadi tanggung jawab dari Bank tersebut,” tegas Kenedy.

(Zaenal Arifin)