Jakarta, Aktual.com – Mantan guru besar Universitas Indonesia dan pakar komunikasi politik Effendi Gazali memberikan catatan terhadap hasil survei nasional yang dilakukan Trust Indonesia terhadap 5 kandidat Calon Presiden (Capres) yang memiliki potensial pada pemilu 2024 nanti.

Dalam hasil survei tersebut, dari sisi Tingkat Kinerja Calon Presiden RI 2024, Anies Baswedan unggul 89,2% kemudian disusul oleh Prabowo 59,2% setelah itu oleh Ganjar Pranowo sebanyak 57,5%, Airlangga Hartarto sebanyak 30,4% dan terakhir Puan Maharani 15,9%.

Effendi mengatakan, hasil survey tersebut merupakan gambaran yang baik, meskipun diwarnai euforia tetapi ada semangat zaman yang menyertai penunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres oleh partai Nasdem, hal yang sama juga pernah dirasakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika maju sebagai capres pada pemilu 2014 lalu.

“Ini memang diwarnai euforia tetapi ada semangat zamannya yang pada waktu itu sempat dirasakan juga oleh bapak Joko Widodo..,” kata Effendi dalam Konferensi Pers dan Uji Publik 5 Kandidat Calon Presiden RI 2024 Potensial yang berlangsung Rabu (12/10) sore.

“Ini adalah suatu gambaran yang bagus bahwa Anies sekarang sedang ada di tengah ombak perubahan dan di tengah semangat zaman,” ujar Effendi.

“Jadi memang semangat zaman dan euforia sedang menghampiri bapak Anies Baswedan,” tambah Effendi.

“Kita juga perlu memberi catatan, ini nanti bisa berubah jika cawapresnya nanti betul-betul sudah dipasangkan bersama, bisa mencapai miracles number, angka-angka mukjizat atau turun kebawah,” tukas Effendi.

“Jangan-jangan Zulfan Lindan itu benar bahwa Anies Baswedan ini adalah antitesis dari Bapak Joko Widodo, dan jika itu terjadi bagaimana para pemilih dan lembaga survei menyikapinya dalam menentukan survei selanjutnya,” ucap Effendi mengutip pernyataan Politikus Partai Nasdem, Zulfan Lindan yang ramai jadi perbincangan di kabinet beberapa waktu lalu.

Menurut Effendi, narasi antitesis ini merupakan hal yang wajar dalam pentas politik karena Jokowi sendiri pernah menjadi antitesis bagi pemerintah sebelumnya pada saat awal mencalonkan diri sebagai capres pada pemilu 2014 lalu. Ia menambahkan, untuk dapat membaca apakah keunggulan Anies merupakan antitesis atau bukan maka perlu melihat kembali psikografik dan hasil survei-survei yang lain sebagai pelengkap.

“Kenapa orang perlu antitesis dari pemerintahan yang ada sekarang? Apakah karena krisis ekonomi, resesi? Jadi ketika kerisis ekonomi itu ada ditambah lagi dengan sentimen-sentimen penegakkan hukum yang dianggap tajam kebawah tumpul keatas, kemudian penegakkan terhadap korupsi yang dianggap bisa diatur-atur begitu muncullah semangat zaman yang harus kita lihat lagi dalam survei-survei lainnya yang saling melengkapi terutama psikografik..,” terang Effendi.

“Dan pak jokowi tidak perlu khawatir karena beliau sendiri dulu adalah antitesis dari pemerintahan sebelumnya, pemerintahan SBY,” pungkas Effendi.

Survei Nasional tersebut dilakukan secara online dalam rentang waktu 5 hari yaitu pada tanggal 7-11 Oktober 2022. Surveinya ditujukan kepada pakar yang memiliki pengetahuan lebih luas dan mendalam mengenai 5 kandidat Calon Presiden RI 2024.

Survei ini dilakukan untuk menilai kelayakan terhadap 5 kandidat calon Presiden RI 2024 Potensial, sekaligus untuk mengetahui Calon Presiden RI 2024 yang paling potensial.

Adapun dari segi Tingkat Kelayakan Calon Presiden (Capres), Anies unggul jauh dari calon lainnya yaitu sebanyak 91,6%. Kemudian disusul oleh Ganjar Pranowo sebanyak 65,5%. Setelah itu ada Prabowo Subianto yang memiliki nilai 64,2%, diikuti oleh Airlangga Hartarto sebanyak 37,5% dan terakhir ada Puan Maharani sebanyak 20,9%.

Walaupun Prabowo berada diposisi ke 3 dari segi Tingkat Kelayakan Calon Presiden (Capres), tetapi ia unggul dari sisi kepemimpinannya dibanding dengan calon lainnya. (ASA)

(As'ad Syamsul Abidin)