Jakarta, Aktual.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan gerakan ekstrim bisa saja muncul di negara yang tidak maju, dilanda kemiskinan serta ketidakdilan.

Gerakan ekstrim yang dimaksud tersebut bisa dalam bentuk komunisme, ekstrim kiri, ekstrim kanan dan radikalisme.

“Bisa saja ideologi (komunis) itu hidup kalau di kita (Indonesia) meningkat unsur ketidakadilan dan kemiskinan. Dari situ bisa timbul segala macam unsur radikalisme, ekstrim kiri, ekstrim kanan, apalagi kalau Negara tidak maju dan kemudian tidak hadir,” kata JK di Jakarta, Jumat (3/6).

JK menanggapi santai soal isu kemunculan kembali paham komunis dan menganggap terlalu berlebihan.

“Menurut saya mungkin agak berlebihan mengenai pandangan bahwa PKI itu mau hidup lagi, saya yakin berlebihan ketakutan orang-orang,” tgeasnya.

Komunisme, sambungnya, merupakan ideologi yang sudah terbukti gagal diterapkan di negara-negara di dunia. Satu-satunya negara komunis di dunia ini adalah Korea Utara, dan itu pun secara pemerintahan telah gagal, ujar Wapres.

“Negara-negara yang asalnya komunis kan sudah menjadi kapitalisme, (seperti) Rusia, China, Eropa Timur. Jadi, sebagai ideologi, mana mungkin itu berkembang pada saat itu ditolak oleh semua orang,” jelasnya.

()