Jakarta, aktual.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh yang berjasa bagi bangsa dan negara.

Penganugerahan gelar tersebut dilakukan di Istana Presiden di Jakarta, Jumat (8/11) atau dua hari sebelum Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

Pada 2019 sebanyak 20 nama diusulkan oleh Kementerian Sosial untuk dibahas oleh Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) namun hanya enam tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Para tokoh tersebut, yaitu Ruhana Kuddus dari Sumatera Barat, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) dari Sulawesi Tenggara, Prof Dr M. Sardjito dan K.H. Abdul Kahar Mudzakkir dari D.I. Yogyakarta, Alexander Andries Maramis dari Sulawesi Utara, dan K.H. Masjkur dari Jawa Timur.

Ruhana Kuddus (Roehana Koeddoes) merupakan wartawan perempuan di Sumatera Barat lahir di Koto Gadang, Kecamatan Ampekkoto pada 20 Desember 1884 dan meninggal di Jakarta pada 17 Agustus 1972 dalam usia 87 tahun.

Ia hidup pada zaman yang sama dengan Kartini, di mana akses perempuan untuk mendapat pendidikan yang baik sangat dibatasi.

Ruhana adalah pendiri Soenting Melajoe, surat kabar perempuan yang terbit di Kota Padang, Sumatera Barat. Pada 10 Juli 1912, ia menjabat sebagai pemimpin redaksi.

(Zaenal Arifin)