Prof Dr M. Sardjito lahir di Magetan, Madiun, Jawa Timur, 13 Agustus 1889. Ia mengabdikan diri di bidang kesehatan dengan menjadi Anggota Kehormatan/pengurus Perkumpulan Dokter Indonesia pada 1915 sampai 1942.

Pada 1925 Dr Sardjito menjadi Ketua Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo Cabang Jakarta. Tahun 1926 sampai dengan 1930 ia menjadi anggota Haminte Jakarta dan wakil Wethouder.

Sejak tahun 1937 hingga tahun 1944, ia bekerja sebagai Pemimpin Redactie Medische Beriichten (Berita Ketabiban). Ketika masa Revolusi Indonesia dan terbatasnya tenaga medis untuk menunjang perjuangan, maka bersama dengan Ki Hadjar Dewantara dan Prof Notonagoro, ia kemudian mendirikan Perguruan Tinggi Kedokteran. Tahun 1942, ia  menjadi Ketua Mardi Waluyo Semarang.

Pada 1947-1949 ia menjadi Ketua PMI Klaten. Saat terjadi penyerbuan Belanda, Sardjito mengatur cara mendapatkan uang, bahan-bahan dan 22 obat-obatan untuk menjaga kesehatan rakyat, tentara, dan PMI.

Tahun 1948 Dr Sardjito menjadi anggota Panitia Pendidikan, sebagai Ketua Dewan Penimbang Pengangkatan Guru Besar, dan anggota Panitia Perguruan Tinggi.

Pada tahun 1949, ia menjadi wakil ketua persiapan untuk menerima perguruan tinggi dari daerah pendudukan. Sebagai Presiden/Rektor pertama Universitas Gadjah Mada, Desember 1949-1961, ia berprinsip bahwa pendirian Universitas Gadjah Mada tidak hanya membentuk ilmuwan, melainkan juga sebagai pejuang kebangsaan dan kemanusiaan.

(Zaenal Arifin)