Saat akhir masa pendudukan Jepang di Indonesia, ia terpilih menjadi anggota BPUPKI dan kemudian terpilih lagi sebagai tim 9 yang merumuskan dasar negara Indonesia.

Selama aktif menjadi anggota BPUPKI, K.H. Abdul Kahar Mudzakkir pun tetap mencurahkan perhatian besarnya pada pendidikan dengan cara memelopori pendirian Sekolah Tinggi Islam yang lahir di tengah-tengah revolusi kemerdekaan Indonesia pada 8 Juli 1945.

STI ini kemudian berubah namanya menjadi Universitas Islam Indonesia dan pindah ke Yogyakarta yang hingga kini dikenal sebagai salah satu universitas ternama di Indonesia.

Alexander Andries Maramis adalah salah satu tokoh Minahasa yang duduk sebagai anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Tokoh kelahiran Paniki Bawah, Minahasa, 20 Juni 1897 itu, juga termasuk dalam anggota panitia perancang UUD 1945. Ia juga berperan dalam merumuskan preambule dari dasar negara yang juga dikenal dengan Piagam Jakarta pada 17 Agusus 1945.

Saat kabinet pertama dibentuk, Alexander Andries Maramis duduk sebagai anggota kabinet, Menteri Negara, sebagai Wakil Menteri keuangan, Menteri Keuangan dr. Samsi Sastrowidagto tapi berhenti pada 25 September 1945 dan Alexander Andries Maramis diangkat sebagai Menteri Keuangan.

Di awal kemerdekaan, ekonomi terpuruk akibat perang. Selaku Menteri Keuangan, ia memerintahkan mencetak ORI (Oeang Republik Indonesia) pertama ditandatangani oleh Menteri Keuangan Alexander Andries Maramis diedarkan pertama kali oleh BNI 1946.

Ketika menjabat sebagai Menteri Keuangan pada Oktober 1945, Alexander Andries Maramis di rumahnya bersama-sama DR. Sam Ratulangi, ARSD Ratulangi, Otto Rondoniwa membentuk Badan Perjuangan KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi).

Ia juga sepat menjabat sebagai duta besar di Uni Soviet dan Finlandia. Alexander Andries Maramis meninggal di Jakarta, 31 Juli 1977 dan dimakamkan di TMPN Utama Kalibata Jakarta.

(Zaenal Arifin)