Jakarta, Aktual.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meningkatkan layanannya ke masyarakat.

“Kita tidak mau apa yang jadi layanannya tidak prioritas, jangan gara-gara monopoli pelayannya tidak ditingkatkan. Ini bukan era, kamu butuh listrik ya dateng ke sini,” ujar Menteri Erick di Jakarta, Jumat (12/6).

Dalam rangka meningkatkan layanan PLN, ia menempatkan satu posisi baru yakni direktur pemasaran.

Ia mengatakan PLN juga harus melakukan inovasi dalam memberikan layanan ke masyarakat, misalnya dengan smart meter hingga smart procurement.

“Isu-isu yang lagi hot yakni tiba-tiba tagihan listrik naik, kan bukan naik, yang tadinya bulanan tapi karena ada COVID-19 jadi tidak tertagihkan, baru ditagihkan pada bulan yang bisa ditagihkan. Padahal itu tagihan berapa bulan dijadikan satu. Kita kan biasa kalau tidak ditagih lupa, pas ditagih marah. Tapi PLN sudah announcement bisa dicicil. Maka itu PLN lakukan inovasi smart meter, distribusi, smart procurement,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Erick juga mengatakan pihaknya juga meminta PLN untuk mengurangi anggaran belanja modalnya.

“Saya tidak mau capex-nya sampai Rp100 triliun, saya cut 30-40 persennya, kadang capex jadi proyek. Saya enggak mau ini jadi main proyek. Kalau main proyek, ini nanti kena batunya,” katanya.

 

Antara

(As'ad Syamsul Abidin)