Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com – Tidak ada pebisnis yang memiliki strategi pemasaran yang sempurna, bahkan jika ia yang sudah berpengalaman sebagai pemasar atau pengusaha sekalipun. Karena sesungguhnya sebuah keberhasilan itu adalah akumulasi dari berbagai kegagalan yang akhirnya dari sekian kegagalan itu berbuah keberhasilan dan biasanya hanya keberhasilan itu saja yang biasa dilihat.

Maka tidak salah jika ada orang yang bijak mengatakan “tidak ada yang gagal, yang ada adalah sukses atau belajar”. Belajar sampai mati, long life education. Sebagaimana dikatakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW “Menuntut ilmu itu dari buaian hingga ke liang kubur (mati)”.

Jadi, katakanlah kita sudah memiliki strategi pemasaran yang sebagian besar adalah “gagal.” Atau tidak berhasil sesuai dengan yang kita prediksikan maupun laba atas investasi (ROI), atau menunjukkan bahwa strategi pemasaran kita tidak sesuai dengan harapan. Jangan berputus asa, paling tidak kita bisa mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut.

Apa yang seharusnya kita lakukan jika produk yang kita buat belum sesuai dengan harapan? Kita akan menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut dan solusinya disini. Yang penting kita mau membesarkan gelas (wadah) kita bukan mengosongkan , ingat, membesarkan bukanya mengosongkan, karena jika mengosongkan sama saja kita membuang yang sudah ada, sedangkan jika membesarkan bermakna kita sedang menambah dan belajar dari hal yang baru.

Didalam sebuah seminar yang bertajuk “marketing revolusion” yang saat itu dipandu oleh seorang yang bernama Tung Desem Waringin, ia mengatakan bahwa ada bebarapa unsur marketing yang harus menjadi perhatian bagi seorang marketer jika ia ingin berhasil dari target yang ingin dicapainya. Unsur unsur tersebut antara lain:

1. Trust atau Kepercayaan

Terkadang pembeli itu membali karena dia percaya dengan orang yang menawarkan atau yang merekomendasikan bara/jasa yang kita jual dibandingkan dengan produk atau barang yang ditawarkan. Untuk itu penting sekali kigta sebagai pemasaran memperhatikan dan mempertahankan kepercayaan tersebut. Unntuk itu sudah sepatutnya kita menghindari hal hal yang membuat orang tidak percaya atau kepercayaan kapada kita berkurang, seperti hal hal berikut:

a. Slow respon atau lambat menjawab jika dihubungi atau di tanya mengenai sesuatu yang kita tawarkan.

b. Transfaran alias terbuka dengan apa yang kita dapatkan atau konsumen dapatkan atau team peroleh jika kita merupakan bagian dari sebuah team pemasaran.

c. Penampilan. Penampilan luar dari marketing itu sendiri terkadang juga ikut mempengaruhi, coba bayangkan jika menawarkan produk pelangsing, jika yang menawarkan produk itu sendiri adalah orang yang overweight (obesitas)

d. Garansi, dengan memberikan garansi terkandang membuat pembeli bisa merasa nyaman dan aman untuk berbelanja atau mengambil keputusan untuk belanja.

2. Penawaran menarik

Contoh penawaran menarik disini adalah kita memberikan discount, sample atau tester produk, bonus, hadiah, undian, cashback dan lain lain. (Jika ada yang mulai tertarik fokus pada dia yang tertarik temukan hot button-nya).

3. Terbatas

Yang dimaksud dengan terbatas ini misalnya harga yang telah kita tawarkan ini hanya berlaku khusus pada hari ini saja.

4. Penyampaian yang tepat

Artinya jika kita menjual es pada saat hari musim panas ini saat yang tepat dibanding jika kita menjualnya paada saat turun hujan.

5. Target market

Target market ini adalah orang yang tepat yang akan ditawari dari produk atau jasa kita, baik dari kemampuan daya beli maupun dari kebutuhan yang diperoleh atau keinginan dari pemakai, adalah tidak tepat kita menjual sisir kepada orang yang rambutya tidak ada alias botak.

Setelah itu kita harus lakukan terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan bagi diri kita, dan kebiasan ini akan melahirkan sebuah karakter marketing tersebut, dan dari karakter menentukan nasib karir diri kita sebagai ahli marketing.

Revitisi is mother of skill.

(Ahmad Himawan)

(A. Hilmi)