Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno mengapresiasi upaya pemerintah menunda rencana pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur. Pemerintah lebih memilih untuk fokus terhadap penanganan penyebaran virus korona (covid-19) di Tanah Air.

Selain itu juga pemerintah memberikan perhatian kepada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), akibat pandemik covid-19 yang meluluh lantakan sendi perekonomian Indonesia.

“Kami mengapresiasi keputusan pemerintah untuk menunda proses pemindahan ibukota, mengingat penanganan wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sejatinya adalah program prioritas pemerintah,” kata Eddy, saat dikonfirmasi awak media Rabu (9/9).

Menurut Eddy, bukan saja dari aspek anggaran yang perlu difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan PEN, tetapi juga perhatian, tenaga dan pemikiran tidak boleh terpecah.

Apalagi, pemerintah perlu tambahan anggaran untuk produksi vaksin dan obat anti Covid-19, termasuk proses vaksinasinya. Ini tentu membutuhkan banyak biaya.

Untuk itu gerak cepat pemerintah menunda pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur sudah tepat.

“Belum lagi jika vaksinasi harus dilakukan lebih dari 1 kali untuk masyarakat,” kata Anggota DPR RI Dapil Bogor dan Cianjur ini.
Eddy meyakini, pascapenanggulangan Covid dan PEN, pemerintah akan memulai proses pengembangan ibukota baru kembali dengan mempertimbangkan kesiapan dan kesanggupan anggaran.

“Mengingat kita menerbitkan utang baru yang jumlahnya signifikan untuk membiayai Covid, PEN serta defisit anggaran tahun 2020 sampai dengan 2023,” pungkas Sekjen DPP PAN tersebut.

Diketahui, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan rencana pembangunan Ibu Kota Negara baru ditunda untuk tahun depan.

Penundaan karena pemerintah masih fokus menyelesaikan dampak pandemi Covid-19.

Namun, pemerintah akan tetap melanjutkan pembahasan masterplan hingga pembangunan infrastruktur dasar di kota sekitar IKN baru.

(Zaenal Arifin)