The Milky Way as seen from the French island of Reunion in the Indian Ocean. (Photo by: Loop Images/UIG via Getty Images)

Jakarta, Aktual.com — Galaksi Bima Sakti kita memiliki lebih dari 30 Galaksi yang lebih kecil yang mengorbit di Alam Semesta. Dan saat ini, para astronom baru-baru ini mengumumkan penemuan sebuah Galaksi lain yang mengorbit di antara Galaksi Bima Sakti.

Galaksi tersebut merupakan Galaksi kerdil, yang dinamai “Crater 2”, berada pada jarak sekitar 400 ribu tahun cahaya dari Bumi kita. Saat ini, Galaksi itu telah mendapatkan ‘gelar’ sebagai Galaksi satelit besar keempat yang mengorbit di Bima Sakti.

Pemimpin penelitian, Vasily Belokurov dari University of Cambridge di Inggris seperti dilansir laman Hufftingpost menjelaskan, bahwa galaksi Crater 2 sudah ada sejak lama, ia secara “diam-diam” mengorbit di dalam Galaksi kita. Tapi dengan anggota bintangnya yang begitu menyebar, membuat Galaksi Crater 2 tidak nampak terang.

Galaksi Grater 2 Bima Sakti 1

“Galaksi seperti Crater 2 memang merupakan sebuah benda luar angkasa yang sulit terlihat,” ujar Belokurov.

Ia melanjutkan penjelasannya terkait penemuannya di Galaksi Bima Sakti. Menurut ia, Galaksi Bima Sakti sedang dikelilingi oleh 49 Galaksi mini lainnya, yang berukuran lebih kecil dari Galaksi kerdil semacam “Crater 2”.

Itu artinya, dengan penelitian ini, para Astronom berpikir mungkin ada Galaksi redup lainnya yang belum teridentifikasi, yang juga mengorbit di antara Galaksi Bima Sakti.

Lebih lanjut Belokurov menjelaskan bahwa Creater 2 ini pertama kali terdeteksi bulan Januari 2016 lalu. Kemudian dengan menggunakan algoritma komputer ia menemukan Galaksi kerdil Creater 2.

Galaksi Crater 2 Bimasakti 2

“Crater 2 pertama kali terdeteksi pada bulan Januari 2016, ketika para Astronom menggunakan algoritma komputer untuk mempelajari gambar yang diambil oleh Very Large Telescope di Cile, dan kemudian menentukan lokasi mana yang mungkin ada sebuah pengelompokan yang tidak biasa dari bintang-bintang, dan ditemukanlah galaksi kerdil Crater 2,” kata Vasily memaparkan

Dari hasil analisis yang mereka kumpulkan, Galaksi kerdil Crater 2 memiliki diameter sekitar 7.000 tahun cahaya, 1 tahun cahaya setara dengan sekitar 9,4 triliun km, yang berarti jika kita bisa melihatnya di langit malam. Galaksi ini terlihat dua kali lebih lebar dari diameter Bulan Purnama.

()