Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI di Dapil, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (20/6). Sosialisasi dilakukan di hadapan para ustadzah yang datang dari berbagai wilayah di Jakarta. AKTUAL/HO

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap pemerintah terkait pemberlakuan kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk STNK dan BPKP hingga tiga kali lipat.

“Sangat menyedihkan kenaikan PNBP untuk rakyat, apalagi tidak dikomunikasi dengan baik antara Kapolri, DPR dan Pak Jokowi,” ujar Hidayat saat dihubungi di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Wakil Ketua Majelis Syuro DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai, kebijakan pada kenaikan PNBP sangat kontradiktif dengan janji Presiden Jokowi ketika mencalonkan diri sebagai presiden.

“Buat konglomerat ada tax amnesty tapi sementara untuk rakyat malah apa-apa dinaikkan. Prinsipnya kontradiktif justru malah rakyat kecil dipersulit,” jelas dia.

Ia menyebut, kepemimpinan saat ini sangat aneh. Pasalnya, disaat pemerintah tengah gencar kampanye isu hoax atau berita bohong justru kenaikan PNBP membuat masyarakat bingung karena saling lempar.

“Sangat disesalkan di tengah pemerintah ajak masyarakat jangan sebar hoax eh pemerintahnya sendiri malah simpang siur soal PNBP itu,” pungkas Hidayat.

 

Laporan: Nailin

Artikel ini ditulis oleh: