Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat Rapimnas III Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017). Partai Golkar menggelar Rapimnas III hari ini, dengan agenda pengesahan hasil rapat pleno mengangkat Airlangga sebagai ketum dan menegaskan kembali dukungan untuk Joko Widodo (Jokowi) maju di Pilpres 2019 sebagai calon presiden. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Partai Golkar membantah ucapan kadernya Eni Maulani Saragih yang menyebut adanya aliran dana suap PLTU Riau-1 yang menjadi sumber pembiayaan Munaslub Golkar pada akhir tahun lalu.

Bantahan ini diucapkan langsung oleh Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Sadzily melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/8).

“Tidak benar pernyataan Eni Saragih tentang adanya dana yang dipergunakan untuk pembiayaan Munaslub 2017,” tegas Ace.

Ace menilai, ucapan Eni merupakan pernyataan sepihak yang tak berdasar dan terbukti kebenarannya. Ace pun telah mengkonfirmasi kepada panitia Munaslub terkait hal ini.

“Kami telah konfirmasi kepada Ketua OC Munaslub, Pak Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Pak Ibnu Munzir sebagai Ketua SC, bahwa keduanya tidak pernah mendapatkan uang sepeserpun dari Eni,” jelasnya.

Ace mengaskan pula bahwa Golkar yang kini dipimpin Ketua Umum, Airlangga Hartarto berkomitmen terhadap gerakan anti korupsi melalui tagline “Golkar Bersih”.

Selain itu, sambung dia, Golkar dalam pembiayaan setiap kegiatan organisasi selalu memakai dana dari sumber yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Berasal dari sumber-sumber keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk ke rekening resmi Partai Golkar,” tukas Ace.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun mengamini Ace. Secara tegas, ia membantah pernah meminta Eni untuk mengalirkan dana suap PLTU Riau-1 ke dalam pelaksanaan Munaslub Golkar 2017.

“Tidak ada perintah semacam itu, tidak ada,” ujar Airlangga di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Meski begitu, Airlangga mempersilakan jika ada proses lanjutan dari pernyataan Eni. Hal ini untuk membuktikan bahwa Golkar itu Bersih.

“Itu silakan berproses, Golkar kan tagline-nya bersih,” tutup pria yang juga Menteri Perindustrian.

(Teuku Wildan)