Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menkumham Yasonna H. Laoly, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9). Rapat kerja tersebut membahas penyampaian pokok-pokok RUU tentang APBN 2019 serta pembentukan Panja dan tim perumus. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa Panda Bond atau obligasi dalam denominasi mata uang renminbi (RMB) China dapat menambah penerimaan pemerintah dalam bentuk valuta asing.

“Masalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah kalau itu diterbitkan di luar negeri, apakah dalam bentuk dolar, euro, panda bond, itu kan akan menambah penerimaan pemerintah dalam bentuk valuta asing,” ujar Perry di Jakarta, Jumat (26/7).

Dia mengatakan penerimaan dalam bentuk valuta asing tersebut nantinya dapat masuk ke dalam rekening pemerintah di Bank Indonesia. Dengan demikian cadangan devisa juga akan turut meningkat.

“Dan itu akan juga memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” ucap dia.

Terkait rencana penerbitan Panda Bond, Perry mengatakan bawa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan.

“Jadi persiapan itu terus terusan, jadi tidak ada sesuatu yang persiapan khusus,” ujar Perry

(Arbie Marwan)