Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI di Dapil, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (20/6). Sosialisasi dilakukan di hadapan para ustadzah yang datang dari berbagai wilayah di Jakarta. AKTUAL/HO

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) memandang diperlukan klarifikasi mengenai kunjungan anggota MUI Istibsyaroh ke Israel.

Sebab, pihak Israel bisa menjadikan sebagai alat propaganda tentang bagaimana Israel dikunjungi dan diterima dengan senyuman.

“Sebaiknya beliau melakukan klarifikasi untuk kemudian menegaskan kembali ke Israel mereka tidak boleh mengeksploitasi kehadiran ini,” kata Hidayat, di Jakarta, Senin (23/1).

“Termasuk untuk mengingatkan seluruh pejabat publik tidak sembrono dan tidak mudah dengan dalih kunjungan pribadi padahal sesungguh ya itu pasti tidak bisa dilepaskan dari posisi publik dimna kita berada,” tambah dia.

Dengan publikasi yang dilakukan pihak Israel, sambung Hidayat, tentu saja kehadirannya dipolitisasi untuk kepentingan Israel.

“Lebih menguntungkan Israel dan tidak menguntungkan sama sekali untuk beliau maupun MUI apalagi Indonesia. Bahkan sangat merugikan kepentingan MUI maupun Indonesia secara prinsip,” papar politkus PKS itu.

Masih dikatakan dia, publikasi yang dilakukan Israel atas kunjungan itu tidak membantu apa yang menjadi perjuangan Palestina selama ini. Terlebih, Palestina sekarang
sedang dapat angin baik. Ia menjelaskan di satu sisi PBB dengan resolusi 2334 maupun UNESCO dengan resolusi Perancisnya.

“Posisinya karena sesungguhnya sudah bagus untuk mendukung perjuangan Palestina secara maksimal dengan mendorong agar Isael melaksanakan resolusi PBB dan juga unesco itu. Kalau itu dilaksanakan sesuai dengan kebijakan luar negeri Indonesia dan prinsip UUD 1945,” pungkas Wakil Ketua MPR RI itu.

 

Laporan: Novrizal

()