Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kiri) meninggalkan Istana Merdeka usai menghadap Presiden Joko Widodo untuk membicarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, Jakarta, Kamis (12/5). Dalam pertemuan tertutup itu, Aburizal Bakrie menyampaikan undangan kepada Presiden serta membahas sejumlah calon Ketua Umum Partai Golkar yang akan bersaing merebut suara dalam Munaslub Golkar yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada 14-16 Mei 2016 mendatang di Bali. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/16.

Jakarta, Aktual.com-Ketua Dewan Pembina Paartai Golkar Aburizal Bakrie meminta Setya Novanto untuk tidak rangkap jabatan. Himbangan ini sekaligus merupakan signal ketidak setujuan Ical terhadap langkah Setya menjabat kembali posisi Ketua DPR RI.

“Saya katakan barangkali dua jabatan strategis ini yang memerlukan waktu yang begitu besar dari pejabatnya sebaiknya tidak dirangkap,” ujar Ical di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11).

Ical mengaku tidak mengetahui pentingnya mengganti Setya. Pasalnya hingga kini Setya belum melakukan pertemuan dengan Ical. “Apa yang mendesak dari pergantian itu, tanyakan sendiri sama mereka. Saya sendiri, kita harus menetapkan bersama-sama dan tidak bisa menjawab kenapa harus diganti,” jelasnya.

Ical selaku Ketua Dewan Pembina akan segera bertemu dengan DPP Partai Golkar. Pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas secara bersama-sama mengenai penetapan kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR.

“Tadi Dewan Pembina menugaskan kepada Ketua Dewan Pembina untuk melakukan pembicaraan dengan DPP dan secara bersama-sama menetapkan kebijakan strategis itu sesuai pasal 21 ayat 1 dan 2,” jelasnya

*Nailin IN Saroh

Artikel ini ditulis oleh: