Akhir Jaman (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, Aktual.com — Terbitnya Matahari dari timur dan terbenam di barat merupakan Sunnatullah terhadap Alam Semesta. Namun ada hikmah Allah SWT yang Maha Bijaksana telah berkehendak untuk menjadikan terbitnya Matahari dari barat sebagai salah satu tanda akan datangnya hari Kiamat.

Firman Allah SWT, ” Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelumnya atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. (QS. Al Anam: 158).

Jumhur ahli tafsir sudah menyepakati bahwa sebagian tanda-tanda dalam ayat tersebut yaitu Matahari terbit dari arah barat.

Matahari Terbit Barat 2

Ada pun sunah bersumber dari Hadis riwayat Muslim nomor 2942 dan Abu Dawud nomor 4310 dari Abdulah bin Amru bin Ash berkata, “Saya menghafal dari Rasulullah SAW sebuah Hadis yang tidak pernah aku lupakan, saya mendengarnya bersabda, Sesungguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya Matahari dari barat, keluarnya binatang Bumi kepada manusia di waktu Dhuha. Apa pun yang muncul terlebih dahulu maka yang lain akan segera menyusul di belakangnya.”

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah beramal sebelum datangnya enam perkara: terbitnya Matahari dari barat, dukhan, Dajjal, binatang Bumi, teman khusus kalian dan urusan umum.”(HR. Muslim nomor 2947).

Matahari Terbit Barat 3Hisyam bin Amir berkata, “Teman khusus adalah kematian. Qatadah berkata, Urusan umum merupakan Kiamat.”

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak datang sehingga Matahari terbit dari barat. Jika manusia melihatnya maka mereka semua beriman.”

Dalam riwayat lain, “Jika Matahari telah terbit dari arah barat dan orang-orang melihatnya, maka mereka semua beriman. Pada saat itu iman seseorang tidak lagi berguna untuk dirinya selama dia belum beriman sebelumnya atau memperoleh kebaikan dalam imannya.”(HR. al-Bukhari 7/190 dan Muslim nomor 157)

Matahari Terbit Barat 4Sementara itu, Baru-baru ini ilmuwan dunia memperingatkan umat manusia, bahwa Bumi di waktu yang mendatang akan menuju suatu peristiwa sangat dahsyat “Kiamat”, dimana manusia akan melihat jarum kompas menunjuk arah selatan dan Matahari terbit di barat, sebagai pertukaran kutub magnet Bumi.

Setiap planet dalam Tata Surya kita, termasuk Bumi, memiliki dua sistem kutub. Pertama, adalah kutub geografis, yakni proyeksi sumbu rotasi di permukaan planet tersebut yang membentuk kutub utara dan kutub selatan.

Di Bumi, kutub utara secara geografis berada di Samudera Arktik. Sementara kutub selatan secara geografis berada di daratan Antartika yang senantiasa berselimutkan es tebal.

Matahari Terbit Barat 5Sistem kutub yang kedua adalah kutub magnetis. Yakni, sepasang titik di permukaan planet dimana garis-garis gaya medan magnetnya masuk ke dalam atau keluar dari dalam tubuh planet tersebut pada posisi tegak lurus terhadap permukaan rata-ratanya (inklinasi magnetik 90, red). Titik dimana garis-garis gaya magnet tersebut masuk ke dalam tubuh planet merupakan kutub utara magnetis. Sebaliknya titik dimana garis-garis gaya magnet keluar dari tubuh planet adalah kutub selatan magnetis.

Namun, dalam kurun waktu yang cukup panjang, pergeseran kutub-kutub magnetis akan menyebabkan pertukaran posisi dimana yang sekarang menjadi kutub utara magnetis bergeser sedemikian rupa sehingga kelak menempati lokasi kutub selatan magnetis dan begitupun sebaliknya. Fenomena pembalikan kutub-kutub magnetis ini terhitung akan terjadi.

Seperti dilansir dari laman Exspress.Co.Uk, bahwa Doom Mongers yakni seseorang yang dapat meramalkan bencana (Kiamat) mengatakan, bahwa dirinya meramalkan setiap pertukaran dari kutub magnet utara ke selatan akan terjadi pergeseran antar Benua yang begitu keras sehingga memicu gempa bumi masal yang sangat dahsyat. Selain itu, terjadinya perubahan iklim yang begitu besar, kepunahan sampai dengan timbulnya kehancuran global.

Matahari Terbit Barat 6Seorang ahli geologi pernah mengatakan bahwa pembalikan kutub ini memang pernah terjadi beberapa kali dalam sejarah Bumi. Terakhir yaitu 780.000 tahun lalu pada Zaman batu. Namun keyakinan ilmiah menyatakan, bahwa pembalikan kutub tersebut dapat terjadi masih 1000 tahun lagi.

Mengapa pembalikan kutub bisa terjadi? Catatan para ahli geologi mengemukakan, bahwa hal tersebut disebabkan oleh potongan dari atom besi dari cairan inti terluar yang terbalik selaras, seperti magnet kecil yang berorientasi menuju arah yang berlawanan dengan orang lain di sekitar mereka.

Jika ion terbalik berkembang kepada tahap kekuatan tersebut, maka medan magnet keseluruhan Bumi akan “membalik”.

Hal itu diungkapkan oleh Monika Korte selaku Direktur ilmiah dari Observatorium Niemegk Geomagnetik di GFZ Postdam Jerman. “Ini bukan hal yang terjadi secara tiba-tiba terbalik, tetapi ini membutuhkan adanya proses dengan waktu yang lama, dimana kekuatan medan menjadi lemah, ini dapat menunjukan lebih dari dua kutub untuk sementara waktu, dan kemudian membangun kekuatan dalam arah yang berlawanan,” ujarnya.

Melemahnya magnet akibat pembalikan kutub diungkapkan oleh Mr.Valet seorang peneliti, bahwa kelemahan medan magnet yang drastis terkait dengan kepunahan manusia Neanderthal salah satu nenek moyang evolusi manusia selama 55.000 tahun yang lalu.

Matahari Kiamat 7Namun, ilmuwan lainnya tak sependapat dan menyatakan bahwa tidak ada kaitannya melemahnya magnet dengan kepunahan manusia.

Korte salah satunya yang mengatakan, “Bahkan jika di Bumi menjadi sangat lemah, di permukaan Bumi kita terlindung dari radiasi oleh atmosfer. Demikian seperti yang kita tidak dapat melihat atau merasakan kehadiran bidang geomagnetik sekarang, kita kemungkinan besar tidak akan melihat adanya perubahan signifikan dari pembalikan, ” katanya

Satu hal yang pasti yaitu, medan magnet kita perlahan memang akan melemah. Tanpa medan magnet, secara signifikan dapat menghancurkan fasilitas komunikasi global, pasokan listrik, dan menyebabkan kebakaran serta kerusuhan di jalan-jalan. Bahkan parahnya, meningkatnya penyakit kanker kulit karena lapisan ozon akan menghilang. (Sumber: Express.Co.UK, Huffington Post)

()