Caketum Partai Golkar Priyo Budi Santoso (kanan)mengambil nomor urut disaksikan caketum Setya Novanto, Ade Komarudin dan Airlangga Hartarto di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (7/5). Pengambilan nomor urut oleh enam kandidat serta dua perwakilan kandidat itu merupakan rangkaian jelang pemilihan Ketua Umum Golkar periode 2016-2019 yang akan digelar dalam Munaslub Partai Golkar mendatang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pd/16

Surabaya, Aktual.com – Visi dan misi disampaikan para kandidat Ketua Umum Golkar saat debat kampanye di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/5). Menjadi kesempatan untuk memperlihatkan buah pikir mereka jika terpilih kelak. Mulai dari janji merangkul mantan pesaing, merangkul TNI, memperkuat visi pertahanan nasional, hingga mendorong kader maju jadi presiden. Berikut visi dan misi yang disampaikan para calon Ketum Golkar.

Priyo Budi Santoso memuji partainya begitu hebat sebagai kendaraan politik. Namun di satu sisi dia mengakui Golkar kesulitan menemukan kader yang pantas untuk didorong menjadi calon presiden. Oleh sebab itu, jika terpilih menjadi Ketua Umum Golkar, Priyo berjanji akan menarik kandidat calon ketum lainnya untuk masuk ke kepengurusan inti partai.

“Ini partai yang hebat, tapi sulit mencari figur yang bagus untuk menjadi calon presiden. Kalau saya terpilih, saya akan tentukan dengan cara Golkar, ” ucap dia, di Surabaya, Rabu (11/5).

Calon lainnya, Syahrul Yasin Limpo berjanji akan menggandeng TNI sebagai Sekjen jika terpilih sebagai Ketum Golkar. Alasannya, menurut dia salah satu pendiri bangsa Indonesia adalah TNI. Selain itu, menurut dia untuk menjaga partai, Golkar tidak boleh di luar pemerintahan. “Partai Golkar sejak dulu selalu mendukung pemerintahan. Dan TNI pernah menjaganya untuk mendukung pemerintahan,” ujar dia.

Sementara Airlangga Hartarto, dalam paparannya lebih menekankan pentingnya ketahanan nasional. Menurut dia Indonesia merupakan negara maritim dan negara kepulauan. Secara geografis, Indonesia berbatasan dengan daerah yang rentan konflik. “Visi pertahanan nasional harus diutamakan di dalam negeri. Militer harus diperkuat,” ujar Airlangga.

Berbeda lagi dengan Caketum Partai Golkar, Mahyudin. Jika terpilih, dia mengaku punya target untuk menjadikan kader partai tersebut menjadi Presiden Republik Indonesia. Sebab Mahyudin menilai kader Golkar sudah merindukan adanya tokoh Golkar yang duduk di kursi Presiden RI. “Kita harus merebut kejayaan itu lagi seperti beberapa tahun lalu. Kalau tidak bisa jadi presiden, setidaknya bisa wakil presiden,” ucap dia.

()