Jakarta, Aktual.com-Menurut Mantan Menteri Djusman Syafii Jamal persoalan Garuda Indonesia sudah biasa ditulis miring. “Maklum sedang di restrukturisasi menuju lebih baik,” ujar Djusman di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Djusman mengatakan Garuda rugi nya sudah menurun.

“Desember Tahun 2014 ketika saya diangkat jadi Komut rugi nya 380 juta dollar. Tahun 2017 ruginya sekitar 80 juta dollar. Itupun dengan membayar tax amnesty 135 juta dollar (artinya kontribusi untuk negara yang dicatat dalam neraca sebagai biaya yg membuat rugi kwartal 1 jadi sekitar 200 juta dollar),” jelas dia.

Dengan kata lain selama 3 tahun terjadi penurunan kerugian dalam neraca (bukan cashflow) sekitar 300 juta Dollar.

“Prestasi yang baik ditengah ekonomi seperti ini. Operations Excellence terjadi 5 Star Airline Certificates untuk Garuda selama 3 tahun berturut turut” kata dia.

Sedangkan lanjut dia 4 Star Airlines untuk Citilink.

” Certificate 4 star tertinggi untuk Low Cost carrier. Safety terjaga baik. Layanan prima. Beban bunga dan pembayaran cicilan jatuh tempo terjaga tepat waktu. Kinerja baik. Belum sempurna yes. Masih bisa lebih baik lagi pasti. Tetapi jika dibilang ada kemelut ya ngga seluruh nya benar,” tukas dia.

(Bawaan Situs)