Jakarta, Aktual.com — Aseel Shaheen (41) merupakan seorang Muslimah pertama yang menjadi pengadil lapangan (wasit) yang memimpin turnamen olahraga di Wimbledon 2015, dari 350 orang pria dan wanita, enam puluh diantaranya didatangkan dari luar negeri.

Meskipun Shaneen tidak begitu paham tentang tenis sebelum dirinya mendaftar dalam kursus pada tahun 2002 lalu, ia sukses menyabet rangking tiga di kelasnya.

Shaneen mengatakan, “Saya terus berjalan. Ini menjadi tantangan bagi saya karena mereka akan selalu mencalonkan orang-orang selain saya serta mengabaikan saya, “ demikian dilansir dari laman MVslim.

Dia berjuang dalam kesempatan tersebut, karena dia berpendapat bahwa dirinya memiliki kualifikasi dan keahlian dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Namun demikian Shaheen telah menerobos ‘tembok besar’ bagi umat Islam, sebagai satu-satunya perempuan Arab di lapangan tenis, dimana keputusan keluar dari perempuan yang mengenakan jilbab tersebut.

Shaheen mempercayai bahwa, dengan dia mengenakan jilbab dan bekerja di lapangan dalam pertandingan tenis di Wimbledon adalah ‘tanda bahwa dunia mulai menerima Muslimah. ”

Meskipun, pada dirinya terdapat kelemahan menjadi wasit utama, seperti terus memperhatikan gerakan petenis yang sedang bertanding, Shaheen menyatakan bahwa kejuaraan ‘All England’ benar-benar menerimanya, menghapuskan keraguan, dan warga non Muslim ‘hangat’ menyambutnya.

()