Jakarta, Aktual.com – Khatib Shalat Idul Fitri 1437 Hijriah, Prof Dr Darussalam Syamsuddin dalam khotbahnya menyampaikan orang yang diberikan amanah kekuasaan akan merugi jika tetap mempertahankan gengsinya dan tidak meraih fitri selama sebulan penuh.

“Sesungguhnya, sangat merugi orang-orang yang diberikan amanah oleh Allah SWT berupa kekuasaan dan jabatan jika tidak mengulurkan tangan untuk menjabat dan saling memaafkan satu sama lain, meskipun itu bawahan,” ujarnya di┬áMakassar, Rabu (6/7).

Prof Dr Darussalam Syamsuddin yang juga Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu mengatakan, manusia pada dasarnya tidak diperkenankan memiliki sifat-sifat kesombongan karena derajat manusia di mata tuhan semuanya sama.

Menurut dia, sifat-sifat tercela yang banyak dimiliki oleh manusia dan bukan saja oleh mereka yang diberikan kekuasaan jabatan adalah sifat kerakusan, kesombongan dan keinginan berlebihan yang berpotensi merusak fitrah manusia.

Disebutkannya, kesombongan dapat hadir dalam seseorang karena beberapa hal antara lain ; adanya harta yang berlebihan, adanya kekuasaan dan tingkat strata keluarga atau keturunan.

“Di hari yang fitri ini, kita semua kembali terlahir di dunia dengan fitri. Jangan hanya karena kekuasaan jabatan, rakus dan keinginan berlebihan merusak fitrahnya kita sebagai manusia. Mari ulurkan tangan dan raihlah permintaan maaf itu dan maafkanlah mereka yang punya kesalahan,” katanya.

Ia mengungkapkan, salah satu pelajaran yang bisa dipetik hikmahnya untuk dijadikan pembelajaran adalah kisah Nabi Adam A.S beserta istrinya Hawa yang punya keinginan berlebihan dengan melanggar perintah Allah SWT.

Nabi Adam dan Hawa tidak dapat menahan godaan yang tinggi atas keinginannya yang berlebihan dan memakan buah khuldi sebagai buah terlarang yang kemudian dibuang ke bumi dari tempatnya semula di Surga.

“Kisah Nabi Adam dan Hawa bisa menjadi contoh bagi kita semua. Antara Nabi Adam dan Hawa yang tidak memiliki kesombongan, tetapi memiliki keinginan yang berlebihan kemudian melanggar perintah Allah SWT,” ungkapnya.

Karenanya, ia meminta kepada ribuan jamaah yang masih memadati Lapangan Andi Mattalatta untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah SWT dan menghindari larangannya.

Dengan mengingat namanya disetiap tindakan, apalagi ketika hendak melakukan perbuatan yang melanggar, maka niscaya orang-orang yang memiliki keimanan akan mampu mengatasinya.

(Eka)