Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berbicara dalam Focus Group Discusion (FGD) menyoal kondisi Sosial Politik, yang digelar oleh Fraksi PKS DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9). Dalam FGD yang mengangkat tema "Pancasila dan Integrasi Bangsa", tersebut, Panglima memaparkan bagaimana Pancasila menjadi dasar negara yang telah dipikirkan oleh para pendiri Bangsa sehingga tetap bertahan menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki keragamana Suku, Bangsa, Adat, Bahasa yang terbentang dalam ribuan pulang dari Saban sampai Merauke dan nilai tersebut harus dilindungi dari paham apapun agar kita tidak mudah terpecah. AKTUAL/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.com — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku tak diberi tahu Presiden Joko Widodo soal dipilihnya Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai penggantinya. Karena itulah dirinya mengeluarkan surat keputusan mutasi 85 perwira tinggi.
“Belum tahu karena ditanyakan tadi, bahwa saya tidak diberi tahu Presiden. Kalau saya diberi tahu nanti sejak itu saya tidak boleh (melakukan mutasi),” ujar Gatot di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).
Pernyataan tersebut dilontarkan Gatot saat konfirmasi alasan melakukan mutasi jelang pergantian dirinya sebagai Panglima TNI. Rotasi jajaran perwira tinggi TNI oleh Gatot menjadi sorotan.
Sebab pengumuman mutasi itu dilakukan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi surat kepada DPR soal pemberhentian Gatot sebagai Panglima TNI untuk digantikan oleh Marsekal Hadi yang menjabat sebagai KSAU.
“Jadi sejarahnya begini, bahwa proses pengeluaran keputusan perwira tinggi itu melalui proses bertahap, bertingkat, legalitas sesuai dengan prosedur,” terang Gatot.

Artikel ini ditulis oleh: