Jakarta, Aktual.com — Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo, menilai Panglima TNI G​atot Nurmantyo tidak mempunyai beban secara psikologis kepada Presiden Joko Widodo apabila nantinya maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Gatot menjadi Panglima TNI setelah diajukan Presiden Jokowi menjadi calon tunggal ke DPR dan disetujui Komisi I.

“Gatot dapat bintang empat era SBY. Jadi kalau Gatot Nyapres, ia tak punya beban sama Jokowi. Dia sangat layak untuk maju dalam Pilpres,” kata Dahroni kepada wartawan, Kamis (4/2).

Dijelaskan dia, popularitas Gatot saat ini memang tidak bisa dilepas dari peran Jokowi. Sebab setelah diusung sebagai calon tunggal ke DPR, presiden juga memberikan panggung politik yang besar bagi Gatot. Akan tetapi pemberian panggung politik ini semata-mata karena profesionalisme Gatot.

“Jadi bukan karena yang bersangkutan sengaja diusung atau didorong-dorong, tetapi karena profesionalisme Gatot. Kalaupun nantinya maju, Gatot tidak akan punya beban psikologis kepada Jokowi,” kata dia.

Sepekan lalu, Segitiga Institute diketahui memaparkan hasil surveinya ke publik. Dimana hasilnya menunjukkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai tokoh yang paling banyak dipilih untuk menjadi presiden dengan latar belakang militer.

Direktur Eksekutif Segitiga Institute Muhammad Sukron mengungkapkan pilihan publik pada Gatot mencapai 35,9 persen. Survei dilakukan dengan mengajukan 4 nama kepada responden secara tertutup.

()