Jakarta, Aktual.co —   Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan bahwa acara tersebut sebagai tindak lanjut dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang beberapa waktu lalu berdiskusi dengan pihak Kadin.

“Ini sebagai tindak lanjut kedatangan Bu Susi waktu itu ke Kadin, intinya kami meminta pemerintah agar kawasan Timur lebih perhatikan. Karena Indonesia bagian Timur ini kan berbeda kondisinya dengan bagian Tengah dan Barat,” ujar Yugi di Menara Kadin Jakarta, Selasa (4/11).                 

Selanjutnya menurut Mantan Wagub Gorontalo, Karel Rahalalu ada banyak kendala di Indonesia bagian Timur, baik itu Bahan Bakar Minyak (BBM), listrik, dan sarana pendukung perikanan lainnya, seperti cold storage, dermaga, dan infrastrutur.

“BBM disana itu harganya bisa Rp20.000 per liter, lalu listrik dalam sehari bisa 10 kali mati, ini yang harus diperhatikan pemerintah,” jelas Karel.

Yugi menambahkan bahwa selain kendala di lapang, regulasi dan birokrasi untuk nelayan pun dinilai sangat menyulitkan. Seperti pajak yang tinggi, cukai, hingga retribusi.

“Ini sangat memberatkan nelayan, khususnya nelayan kecil di daerah pesisir. Perlu ada evaluasi dan support dari pemerintah untuk hal ini supaya Indonesia Timur itu bisa berkembang,” pungkas Yugi

()

(Eka)