Jakarta, Aktual.com – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah mengaku masih menunggu keputusan Markas Besar TNI terkait keberlanjutan kerjasama TNI dengan Australian Defence Force (ADF).

“Kita tunggu bagaimana keputusan dari pimpinan,” ujar Fadhilah di kantornya, Jakarta, Rabu (11/1).

Fadhilah mengatakan dalam pelaksanaan kerjasama sebelumnya, yakni pengajaran Bahasa Indonesia kepada angkatan pertahanan Australia yang terhenti akibat adanya kasus pelecehan terhadap Pancasila, memang ada anggota TNI Angkatan Darat yang ikut dikirim ke Australia.

Kendati demikian, pengiriman itu tidak atas nama perorangan melainkan atas nama negara, karena merupakan kerjasama ‘government to government.

“Tapi ini porsinya ada di Markas Besar (Mabes) TNI. Angkatan Darat ikuti apa yang disampaikan mabes,” ujar Fadhilah.

Terkait kasus pelecehan tesebut, Australia melalui Menteri Pertahanan Marise Payne telah minta maaf kepada Indonesia dan mengungkapkan penyesalan atas sikap anggota angkatan pertahanan mereka.

Kejadian ini membuat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menangguhkan sementara kerjasama militer dengan Australian Defence Force (ADF) sejak pertengahan Desember 2016.

Dengan adanya penangguhan ini, latihan militer bersama serta pertukaran perwira antara Indonesia dengan Australia dihentikan.

()