Jakarta, Aktual.com– Keikhlasan merupakan suatu tolak ukur diterimanya ibadah seorang hamba oleh sang Pencipta. Tanpa keikhlasan, ibadah bagaikan air yang mengalir di daun talas tak berbekas sama sekali.

Keikhlasan bukan hanya menjadi problem generasi muslim kekinian, tetapi juga menjadi problem di kalangan Sahabat Nabi. Seperti kisah pasukan perang yang gagah berani. Akan tetapi, jihadnya tidak berbekas sama sekali. Berikut kisahnya:

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bersama rombongan Sahabatnya pergi menuju suatu daerah, di tengah perjalanan mereka bertemu kaum Yahudi, terjadilah perang yang tak terelakkan.

Dalam peperangan tersebut, terdapat sahabat yang begitu tangguh dalam peperangan, Ia begitu hebat, tak kenal lelah, menyerang secara membabi buta dalam pertempuran. Lalu sahabat lain bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, berapa besar pahala yang diperoleh si fulan yang berjihad dengan begitu hebatnya?”

“Ia ahli neraka,” jawab Rasulullah.

Dengan keheranan sahabat ini melanjutkan pertanyaannya, “Lalu seperti apa gambaran seseorang yang ahli surga wahai Nabi?” Nabi hanya diam mendengar pertanyaan sahabat tersebut.

Untuk memastikan rasa penasarannya, sahabat ini berinisiatif mengikut sahabat yang tangguh tadi, sampailah pada suatu tempat di mana sahabat yang tangguh itu beristirahat karena terkena tombak dari musuh.

Sahabat tersebut terperanjat keheranan ketika melihat sahabat yang tangguh justru menusukkan tombak yang mengenainya lebih dalam ke tubuhnya (karena tak kuat menahan rasa sakit) hingga meninggal.

Kemudian, sahabat yang menyaksikan itu bergumam, “Sungguh benar apa yang dikatakan Rasulullah SAW, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa sahabat yang aku anggap prajurit tangguh dalam berjihad mati bukan karena terbunuh di medan perang, melainkan bunuh diri karena tidak kuasa menahan sakit.”

Semoga kita bisa terhindar dari segala hal yang menyebabkan keikhlasan dalam beramal rusak sehingga merusak semua ibadah yang kita lakukan.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)