Jakarta, Aktual.com —  Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan melakukan reshuffle kabinet kerja siang ini. Nama Darmin Nasution disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menggeser posisi Sofjan Djalil sebagai Menko Perekonomian.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XI DPR RI, M Misbakhun justru meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak memasukan nama Darmin Nasution ke dalam Kabinet Kerja hasil Reshuffle. Pasalnya, Darmin dinilai sebagai sosok yang memiliki rekam jejak yang buruk.

“Saya ingin Presiden Jokowi memilih figur yang bersih dan punya kredibilitas tinggi untuk masuk dalam jajaran Kabinet Kerja. Setahu saya saat menjadi Dirjen Pajak, Darmin Nasution adalah orang yang tanda tangan Surat Keputusan Keberatan PT. Surya Alam Tunggal (PT.SAT) terkait kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan,” ungkap dia dalam keterangan resminya yang diterima Aktual di Jakarta, Rabu (12/8).

Dikatakannya, dalam kasus PT. SAT tersebut semua sudah di hukum dan punya kekuatan hukum tetap mulai dari Gayus Tambunan sendiri sampai atasannya.

“Darmin Nasution termasuk yang tidak terkena dalam kasus tersebut. Dalam kasus tersebut kenapa Darmin Nasution sebagai orang yang tanda tangan SK Keberatannya malah lolos dari kasus tersebut,” ucap dia.

Ia menambahkan, saat Darmin menjadi Dirjen Pajak, ada juga beberapa permasalahan lain seperti dugaan pelanggaran prosedur dikabulkannya kasus Keberatan PT. Halliburton Indonesia yang keberatannya sudah pernah ditolak oleh Dirjen Pajak sebelumnya. Tetapi oleh Darmin Nasution malah di kabulkan.

“Ada apa dibalik dikabulkannya keberatan perusahaan penanaman modal asing dari Amerika tersebut?,” tukas Misbakhun.

Menurutnya, hal-hal seperti ini seharusnya dijadikan perhatian oleh Jokowi, karena permasalahan pajak ini termasuk lingkup Menko Perekonomian.

“Jangan sampai nanti saat menjabat Menko malah Darmin Nasution memainkan kekuasaannya melakukan intervensi terhadap kasus-kasus pajak. Jangan sampai juga figur seperti Darmin Nasution menjadi beban bagi Kabinet Kerja karena permasalahannya di masa lalu,” tutupnya.

(Eka)