Sementara, Amerika Serikat juga menyebut latihan itu sepenuhnya bertujuan meningkatkan pertahanan. “Ini untuk menyiapkan kami jika sesuatu yang besar terjadi. Kami haru melindungi Korea Selatan,” kata Michelle Thimas selaku juru bicara militer Amerika Serikat.

Korea Selatan dan tetangganya di utara secara teknis hingga kini masih berperang setelah Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gncatan senjata, tanpa ada kesepakatan damai.

Kemajuan pesat Korea Utara dalam mengembangkan persenjataan nuklir dan rudal yang mampu menyasar Amerika Serikat telah memicu ketegangan regional baru. PBB sendiri sudah dinilai gagal dalam menerapkan sanksi ekonomi berat untuk negara tersebut.

China, yang merupakan sekutu terbesar Korea Utara, mendesak Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk membatalkan latihan pada Senin. Rusia juga meminta hal serupa. Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa kedua negara Korea dan Amerika Serikat harus berupaya penuh untuk meredakan ketegangan.

“Kami berpendapat latihan bersama ini tidak membantu meredakan ketegangan ataupun untuk mengupayakan perundingan,” kata dia.

(Wisnu)