Khasiat buah kurma. (ilustrasi/aktual.com)
Khasiat buah kurma. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com —Kurma merupakan salah satu makanan yang favorit khas saat ramadan tiba. Bahkan kurma sendiri dijadikan menu makanan pembuka, dan kurma memang berada di urutan paling atas yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.

Rasulullah SAW bersabda, “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit. Ia berasal dari surga. Dan di dalamnya terkandung obat.”

Ketika berpuasa kita dituntut untuk berbuka dengan yang manis terlebih dahulu supaya pencernaan kita tidak langsung kaget dengan makanan berat dan untuk mengganti energi yang hilang selama kita berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang didalamnya tidak ada kurma, penghuninya adalah orang-orang lapar.” (HR. Bukhari)

Dalam membatalkan puasa dianjurkan menggunakan buah kurma dan berdo’a sebelum berbuka puasa adalah tuntunan yang tercantum dalam sebuah hadist.

Dari Salman ibn ‘Aamir, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada, maka dengan air karena air itu bersih dan suci.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Lantas mengapa berbuka puasa harus dengan kurma? Apa alasan medisnya sehingga dunia kedokteran barat juga sangat menyarankannya?

Aisyah berkata, “Rasulullah telah menyebut kurma dan susu sebagai makanan terbaik diantara makanan lainnya.”

Muslim berkata, “Abdullah bin Ghifar melihat Rasulullah mengonsumsi mentimun bersama kurma rutab.”

Sa’ad ra mendengar Rasulullah bersabda, “Barang siapa memakan tujuh butir kurma ajwah di pagi hari, maka racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu.” (HR. Bukhari).

Anas ra berkata, “Rasulullah SAW berbuka sebelum shalat dengan beberapa butir kurma basah (ruthab). Apabila tidak ada kurma basah di tempat beliau, maka beliau berbuka dengan beberapa butir kurma kering (tamr). Dan apabila tidak ada kurma kering, maka beliau menghirup beberapa teguk air.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Umat Islam memerlukan asupan energi yang cepat setelah berpuasa seharian untuk kemudian melakukan shalat maghrib. Dan seperti yang kita ketahui, tubuh juga memerlukan energi untuk dapat mencerna makanan yang masuk ke tubuh. Jadi langsung makan besar pada saat berbuka puasa adalah sebuah kebiasaan yang tidak sehat karena saat itu tubuh berada pada kondisi lemah.

Jadi makanannya harus yang mudah dicerna dan juga mengandung gula dan air dalam satu makanan. Tidak ada makanan yang mengandung gula dan air yang lebih baik daripada yang disebutkan oleh hadits Rasul. Nutrisi makanan yang paling cepat bisa dicerna dan sampai ke darah itu adalah zat gula, terlebih makanan yang mengandung satu atawa dua zat gula (kalau tidak glukosa, ya sukrosa).

Rasulullah SAW bersabda, “Kurma ajwa yang baik berkhasiat sebagai penyembuh.”

Nah, untuk hal ini kurma adalah makanan yang paling baik. Kurma mengandung zat gula yang tinggi yaitu antara 75-87% dan glukosanya sebanyak 55%, fructose (fraktosa) 45% lebih tinggi dari jumlah protein, minyak dan beberapa vitamin (seperti vitamin A, B2, B12), dan sejumlah zat penting laen kayak kalsium, phosphor, potassium, sulfur, sodium, magnesium, cobalt, seng (zinc), florin, nuhas (tembaga), salyolosa, dan sebagainya. Fraktosa bakal diubah jadi glukosa dengan cepat dan langsung diserap oleh organ pencernaan, lantas dikirim ke seluruh tubuh, khususnya ke organ-organ inti seperti otak, syaraf, sel darah merah, dan sel pembersih tulang.

(Andy AbdulHamid)