Jakarta, Aktual.com — Laba bersih PT Bank Bukopin Tbk pada semester pertama tahun 2015 turun tipis dari Rp517,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp509 miliar.

“Karena biaya dana yang masih tinggi, laba perseroan per Juni 2015 masih ikut tertekan,” kata Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (30/7).

Glen menuturkan, di tengah situasi ekonomi yang masih belum kondusif, pada semester I tahun 2015 Bank Bukopin berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 15,31 persen menjadi Rp58,69 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp50,89 triliun.

Menurut Glen, pertumbuhan kredit perseroan pada paruh pertama tahun ini dipicu oleh segmen mikro yang meningkat 28,21 persen, disusul oleh segmen UKM yang tumbuh 9,74 persen.

“Pertumbuhan kredit Bank Bukopin hingga paruh pertama 2015 terjadi baik pada segmen ritel maupun komersial,” ujar Glen.

Dari total kredit yang disalurkan perseroan, sebesar 60,83 persen diserap oleh kredit ritel, yang terdiri dari segmen UKM (40,05 persen), mikro (12,07 persen), dan konsumer (11,79 persen). Sisanya sebesar 36,09 persen merupakan kredit komersial.

Glen menjelaskan, situasi tersebut sejalan dengan strategi Perseroan untuk fokus pada segmen ritel dengan tetap menjaga pertumbuhan pada segmen komersial.

Pada periode yang sama, Bank Bukopin juga berhasil menarik dana pihak ketiga sebesar Rp70,74 triliun, meningkat 16,04 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan dana pihak ketiga ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Bukopin masih terus terjaga,” kata Glen.

Dari total dana pihak ketiga yang dibukukan perseroan, hingga Juni 2015, posisi tabungan Bank Bukopin tecatat sebesar Rp15,42 triliun, deposito Rp46,52 triliun, sementara giro sebesar Rp8,81 triliun.

Peningkatan kinerja juga terlihat dari aset perseroan yang tumbuh 16,49 persenatau Rp11,98 triliun menjadi Rp84,67 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp72,68 triliun.

Kinerja kredit mendorong pendapatan bunga perseroan pada semester I 2015 menjadi Rp3,99 triliun atau tumbuh 17,47 perseroaan dibandingkan pencapaian pada semester I 2014. Di sisi lain, pendapatan perseroan dari fee based income pada periode yang sama juga tumbuh 28,95 persen menjadi Rp600 miliar.

()