Jakarta, Aktual.com —  Masih berlanjutnya kenaikan di pasar obligasi diharapkan kian berlanjut di pekan depan yang tentunya juga diharapkan dapat ditopang oleh aksi beli pelaku pasar. Apalagi laju Rupiah masih berada di zona hijau meski juga perlu diwaspadai adanya potensi pembalikan arah karena penguatan yang sangat signifikan.

“Sama halnya seperti pekan kemarin dimana laju nilai tukar Rupiah masih akan menjadi perhatian dan disertai dengan data-data makroekonomi yang akan muncul,” ujar Head of Research, NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam riset yang diterima, Senin (12/10).

Menurutnya, Penguatan dapat kembali terjadi seiring masih adanya seri-seri obligasi yang masih di bawah harga par nya.

“Laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang di kisaran ±45 hingga 100 bps. Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada,” jelasnya.

Di pekan depan, lanjutnya, Pemerintah Indonesia akan kembali melakukan lelang pada hari Selasa, 13 Oktober 2015. Jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp8 triliun dengan jumlah target maksimal yang dimenangkan sebesar Rp12 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

Adapun seri-seri sebagai berikut:
a. Seri SPN03160115 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 2016;
b. Seri SPN12161015 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 15 Oktober 2016;
c. Seri FR0053 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,250% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2021;
d. Seri FR0056 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada tanggal 15 September 2026; dan
e. Seri FR0072 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,250% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2036

(Eka)