Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) bersiap memimpin pertemuan dengan pejabat tinggi TNI AL dalam kunjungan di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin (22/11/2021). Kunjungan Panglima TNI tersebut dalam rangka memulai orientasi tugas dan mengetahui lebih lanjut mengenai Angkatan Laut. (Foto Antara/Galih Pradipta).

Jakarta, Aktual.com – Pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, menilai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono merupakan sosok yang paling tepat menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

Diketahui, jabatan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan berakhir pada Desember 2022 mendatang.

Connie menyebut untuk membangun kekuatan maritim yang mumpuni dengan visi kekuatan Tri Matra Terpadu, maka jabatan Panglima TNI harus berasal dari angkatan laut (AL).

“Jadi menurut saya harus Pak Yudo Margono karena bagaimanapun untuk bisa membangun kekuatan maritim yang mumpuni, dengan membangun kesatuan kekuatan Tri Matra Terpadu itu basic-nya harus dari angkatan laut,” kata Connie kepada wartawan Sabtu (5/11).

Terlebih, kata dia, dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi tak pernah mengangkat Panglima TNI dari satuan angkatan laut.

“Menurut saya harusnya Presiden Jokowi tetap memegang komitmen yang dijanjikan terkait nawa cita itu. Jadi harusnya Pak Yudo Margono,” sambung Connie.

Menurut Connie, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berjanji akan membangun kembali kedaulatan, kedigdayaan, dan kejayaan maritim  Indonesia.

Connie menilai, sosok Yudo sangat tepat menjadi PanglimaTNI karena telah menduduki beberapa posisi-posisi penting termasuk Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (PangKogabwilhan).

Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini isu regional sudah mulai mengemuka. Maka diperlukan panglima militer dari kalangan angkatan laut.

“Nah itu berhubungan ketat dengan angkatan laut karena kita berbatasan di Natuna. Yang kedua adalah isu Pulau Pasir dengan Australia. Itu juga berhubungan erat dengan kapabilitas dan kapasitas mumpuni dari angkatan laut,” jelasnya.

Namun, Connie tak menampik selain Yudo tak ada yang mampu membangun pertahanan kemaritiman di Indonesia.

“Sekali lagi bukan saya bilang yang lain tidak bisa membangun tetapi kalau paling gampang itu membangun sebuah postur untuk  out looking defence dari sebuah negara maritim, itu harus dari basic angkutan laut,” ucap Connie.

(Wisnu)